21 Terduga Teroris di Tujuh Wilayah Diciduk Polri Sebulan Menjelang Natal dan Tahun Baru

0
167
21 Terduga Teroris di Tujuh Wilayah Diciduk Polri Sebulan Menjelang Natal dan Tahun Baru
21 Terduga Teroris di Tujuh Wilayah Diciduk Polri Sebulan Menjelang Natal dan Tahun Baru

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, pihaknya telah menangkap 21 orang terduga teroris sebulan menjelang Natal dan Tahun Baru 2019.

Tito mengatakan bahwa aksi terorisme masih menjadi ancaman serius. Bahkan ada sekitar 370-an pelaku yang ditangkap dalam satu tahun ini.

“Semenjak kasus bom Surabaya, kita sudah lakukan penangkapan dalam rangka pencegahan namanya preemtif strike dengan UU baru nomor 5 tahun 2018, ada sebanyak 372 orang yang sudah ditangkap,” ungkapnya usai rapat koordinasi persiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (19/12).

Meski tidak berkaitan langsung dengan ancaman Natal dan Tahun Baru tetapi pihaknya melakukan langkah yang dinilai potensial untuk menjamin agar masyarakat aman dan yakin tidak ada serangan teror.

Sejauh ini, kata Tito, belum ada indikasi adanya serangan terorisme yang terjadi saat Natal dan Tahun Baru.

Kendati demikian, sejumlah antisipasi dan peningkatan pengamanan di objek-objek tertentu juga tetap dilakukan.

“Tapi kita tetap waspadai dan lakukan langkah proaktif termasuk tangkap 21 orang tadi,” ucapnya.

Lebih lanjut kata Tito, semua tim telah bergerak senyap dan melalukan pengawasan, deteksi, apakah ada kemungkinan ancaman sambil polisi terus melakukan pengamanan. Dalam kegiatan ini, Polri melibatkan, TNI, pemuda gereja maupun ormas.

“Semua secara volunteer. Ada banser, anshor juga membantu. Yang lain kalau mau bantu silahkan,” jelas Tito.

Selain aksi terorisme, yang menjadi prioritas tambah Tito adalah masalah kejahatan konvensional seperti copet, jambret, tukang gendam, hipnotis, calo, lalu premanisme. Seperti di stasiun, bandara, dan terminal.

“Saya sudah perintahkan seluruh kapolda dan kapolres melaksanakan pengamanan, bersihkan preman, sehingga masyarakat nyaman masuk ke tempat publik,” tegasnya.