Aksi Nyata Indonesia ke Myanmar Bawa Misi Kemanusiaan

0
522
Menlu RI Kanan Dan Penasihat Negara Myanmar Kiri

Pemerintah Indonesia tidak tinggal diam dalam menyoroti krisis kemanusiaan yang terjadi di Rakhine, Myanmar. Aksi kekerasan ini telah menyedot perhatian setiap bangsa dan harus disikapi dengan tegas oleh negara-negara ASEAN.

Sikap tegas Pemerintah Indonesia dengan mengirim Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi untuk melakukan diplomasi agar dihentikannya aksi biadab terhadap etnis Rohingya oleh militer Myanmar.

Senin, 4 September 2017 akhirnya Menlu Retno bertolak ke Myanmar dan bertemu dengan pimpinan Myanmar dengan membawa amanah keprihatinan masyarakat Indonesia atas kekerasan yang telah terjadi disana.

“Saya juga membawa suara dunia Internasional agar krisis kemanusiaan di Rakhine State dapat segera diselesaikan,” kata Menlu Retno saat bertemu dengan pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi dalam keterangan persnya.

Menlu Retno menyampaikan beberapa usulan Indonesia yang disebut Formula 4+1 untuk Rakhine State.

Pertama, mengembalikan stabilitas dan keamanan. Kedua, menahan diri secara maksimal. Ketiga, tidak menggunakan kekerasan, dan memberikan perlindungan kepada semua orang yang berada di Rakhine State, tanpa memandang suku dan agama. Terrakhir yang keempat, pentingnya segera dibuka akses untuk bantuan kemanusiaan.

“Empat elemen pertama merupakan elemen utama yang harus segera dilakukan agar krisis kemanusian dan keamanan tidak semakin memburuk,” tegas dia.

Kemudian yang tak kalah pentingnya bahwa perlunya rekomendasi Laporan Komisi Penasehat untuk Rakhine State yang dipimpin oleh Kofi Annan dapat segera diimplementasikan.

Tak hanya itu saja, Menlu RI juga menyampaikan kepedulian dan komitmen tinggi LSM Kemanusiaan Indonesia terhadap Myanmar. Dalam kesempatan itu, Retno juga menyampaikan, bahwa Indonesia telah meluncurkan Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM) pada 31 Agustus 2017 kemarin.

Adapun Aliansi itu terdiri dari 11 organisasi kemanusiaan yang memprioritaskan bantuannya pada empat hal, yakni pendidikan, kesehatan, livelihood (ekonomi), dan relief. Dengan nilai bantuan yang diberikan oleh aliansi sebesar 2 juta dolar AS.

Menlu Retno berharap agar Pemerintah Myanmar dapat melanjutkan pemberian akses kepada AKIM karena selama ini telah bersama Pemerintah Indonesia dalam melaksanakan beberapa program.

Selain bertemu dengan Suu Kyi, Menlu Retno juga melakukan pertemuan dengan tiga menteri, yaitu Menteri pada Kantor Presiden, National Security Advisor, dan Menteri muda Urusan Luar Negeri.

Ditegaskan Retno, pertemuan dengan tiga menteri Myanmar guna membahas masalah teknis mekanisme bantuan kemanusiaan, yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Myanmar melalui mekanisme penyaluran bantuan kemanusiaan yang dipimpin Pemerintah Myanmar dan akan melibatkan ICRC.

Hal tersebut merupakan perhatian besar masyarakat Indonesia kepada situasi kemanusiaan di Rakhine State dan adanya komitmen otoritas Myanmar untuk segera atasi krisis kemanusiaan tersebut.