Alasan Berobat Prabowo Tinggalkan Tim Hukumnya di MK

Alasan Berobat Prabowo Tinggalkan Tim Hukumnya di MK
48 Views

Jakarta – Calon presiden (Capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto dikabarkan bertolak ke Jerman untuk melakukan pengobatan. Kabar itu dibenarkan oleh Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Andre Rosiande.

Menurut Andre, selain berobat kepergian Ketua Umum Gerindra ke Eropa itu juga sekaligus untuk urusan bisnisnya di Jerman.

“Pak Prabowo ke Jerman untuk berobat dan keperluan bisnis,” ujar Andre saat dikonfirmasi awak media, Jumat (21/66).

Andre mengatakan Prabowo bertolak ke Jerman dengan pesawat komersial pada Kamis (20/6) kemarin. Dia ditemani asistennya.

Namun demikian Andre tidak mengetahui berapa hari Prabowo Subianto berada di Jerman, yang pasti saat putusan MK tanggal 28 Juni nanti ketua umum Partai Gerindra ini sudah berada di tanah air.

“Kira-kira sebelum tanggal 28 Pak Prabowo sudah pulang,” katanya.

Sekadar informasi pada akhir Mei 2019 lalu, Prabowo Subianto juga bertolak ke Dubai, Uni Emirat Arab dan ke Wina Austria. Ketua DPP Parai Gerindra Ahmad Riza Patria kala itu mengatakan, kepentinganya untuk urusan bisnis dan juga cek kesehatan.

“Biasa urusan? ketemu kolega bisnis sekaligus cek kesehatan,” kata Riza Patria.

Namun demikian Riza membantah kalau Prabowo Subianto sedang sakit. Karena hanya menjalani tes kesehatan saja. Pasalnya, selama tahapan Pilpres sangat menyita waktu. Terlebih ada urusan bisnis di luar negeri yang mesti ditunda.

“Prabowo enggak sakit, karena Pak Prabowo orangnya rutin periksa kesehatan dan rajin olahraga, berenang dan juga naik kuda,” tutur Riza.

Prabowo adalah sosok yang suka sakit-sakitan. Dia beberapa kali sakit. Untung saja dia kalah. Karena kalau dia menang, pasti Indonesia terancam. Lemah sekali.

Ketika Prabowo sakit, dia sering pergi ke luar negeri. Dia berobat ke luar negeri sudah cukup sering. Bahkan pasca pilpres pun dia ke negara lain, untuk apa? Berobat. Sering pergi ke luar negeri adalah satu hal. Berobat juga adalah hal yang lain.

Karena ketika temannya susah-susah bangunkan opini dan narasi kecurangan yang dilakukan oleh KPU dan Bawaslu, Prabowo malah meninggalkan tim hukum BPN di MK.
Rasa solider seorang pemimpin yang pergi ke luar negeri dan meninggalkan saudara-saudaranya berjuang sendirian. Sebenarnya tidak masalah ketika Bambang lewatin kawat berduri sambil merenung dan mengingat perjuangan Bung Karno, sedangkan Prabowo asyik-asyikan mendapatkan pengobatan terbaik di Jerman.

Prabowo seharusnya berjuang untuk mempertontonkan solidaritas yang baik. Seharusnya mempertontonkan jiwa yang mengayomi.

Padahal kita tahu bahwa Prabowo memang sering sakit. Ya seharusnya dia memberikan semangat bagi para dokter-dokter yang membela dia.Seharusnya dia memberikan lapangan pekerjaan untuk dokter yang mendukung Prabowo, tapi yang ketahuan sebar hoax.

Padahal dokter spesialis pendukung kubu 02 seharusnya didatangi Prabowo untuk mendapatkan pengobatan. Kalau ini terjadi Prabowo mendapatkan pengobatan dari pendukungnya, pasti pendukungnya memberikan jiwanya dengan baik. Kenapa Prabowo tidak datang ke mereka? Takut?

Sebenarnya dokter pendukung Prabowo ini punya militansi dan punya semangat membela Prabowo.Bahkan sampai ada yang ditangkap karena membela Prabowo dengan dasar hoax.

Mungkin atas dasar dokter-dokter kubu 02 yang rajin sebar hoax ini jadi perhatian khusus Prabowo hingga tidak digubris karena ditakutkan oknum dokter tersebut ahli hoax bukan ahli dalam bidangnya.
Kenapa Prabowo yang katanya nasionalis dan patriotis, malah berobat ke Jerman? Ya sebenarnya tidak apa-apa sih. Berobat kan tidak apa-apa ke luar negeri.Hanya saja, dia sepertinya kurang solider. Kenapa kurang solider?

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *