Bahaya Jika Prabowo Sebut Soal Rp 11.000 T Uang WNI di LN Tak Didukung Data yang Valid

0
1007
Bahaya Jika Prabowo Sebut Soal Rp 11.000 T Uang WNI di LN Tak Didukung Data yang Valid
Bahaya Jika Prabowo Sebut Soal Rp 11.000 T Uang WNI di LN Tak Didukung Data yang Valid

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Johnny G Plate, meminta Capres 02 Prabowo Subianto menyertakan data soal Rp 11.000 triliun uang WNI yang berada di luar negeri.

Menurut Plate, akan sangat berbahaya bagi Prabowo jika apa yang disampaikannya tanpa didukung data yang valid dan up-to-date. Apalagi jika Ketum Gerindra ini hanya mengandalkan data yang dipublikasi sebelum Indonesia menerapkan tax amnesty.

“Kalau ada yang bilang itu kan (data) dari menterinya pemerintahannya Pak Jokowi. Ingat, itu sebelum atau sesudah tax amnesty. Nah periksa dulu di tax amnesty itu apa aja untuk memvalidasi data itu kan sudah diumumkan itu tax amnesty, berapa banyak harta WNI yang dilaporkan di dalam tax amnesty dan berapa besar penerimaan denda dari tax amnesty yang masuk ke negara,” kata dia kepada wartawan, Kamis (28/2/2019).

Plate menuturkan, sebagai capres, Prabowo tak boleh asal bicara tanpa menunjukkan data yang valid.

“Kasihanlah kalau asal ngomong. Jangan sampai itu hanya gosip yang akan menyusahkan Pak Prabowo sendiri. Boleh ngomong, tapi harus dengan data yang valid. Karena dia capres. Omongannya adalah janjinya,” tegas dia.

Sebelumnya Prabowo menyebut uang WNI yang tersimpan di luar negeri berjumlah sangat besar. Menteri di kabinet kerja era Presiden Joko Widodo, disebut Prabowo, juga mengakui kekayaan warga Indonesia justru banyak berada di luar negeri.

“Uang warga negara Indonesia di luar negeri jumlahnya lebih dari Rp 11 ribu triliun. Jumlah uang di bank-bank di seluruh bank di dalam negeri Rp 5.400 triliun. Berarti dua kali kekayaan Indonesia berada di luar Indonesia, tidak berada di negeri Indonesia,” kata Prabowo.