Biadab! Sandera Di Marawi Dipaksa Menjarah Rumah, Menembaki Aparat Pemerintah Dan Menjadi Budak Seks Para Milisi

0
365

Kelompok militan ISIS makin melakukan kebiadaban terhadap sejumlah warga sipil yang disandera milisi di Marawi. Bahkan mereka dipaksa menjarah rumah, menembaki aparat pemrintah dan menjadi budak seks para milisi.

Kekejaman ISIS itu membuka mata dunia bahwa mereka bukan bagian dari Islam. Bahkan Islam melarang untuk memperlakukan tahanan dengan kejam meski dalam kondisi perang.

Apa yang dilakukan ISIS itu sangat bertentangan dengan Islam. Juru bicara militer Filipina melaporkan bahwa adanya kesaksian mengerikan dari sejumlah sandera yang berhasil kabur dari Marawi.

Warga Marawi yang menjadi sandera kelompok Maute dikabarkan dipaksa bergabung dengan ISIS. Sedangkan para sandera yang masih ada di kota itu dipaksa untuk menjadi mualaf dan membantu anggota militan Maute.

Selain itu, juru bicara Divisi Infanteri 1 Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) Letkol Jo-Ar Herrera juga mengatakan sandera perempuan dipaksa untuk menikahi militan Maute.

“Mereka pun dipaksa untuk menjadi budak seks, demi menghancurkan martabat mereka sebagai perempuan,” kata Herrera seperti dilansir dari Reuters, Selasa (27/6).

“Ini yang terjadi saat ini di dalam. Ini bukti kuat. Ini perilaku iblis,” lanjut Herrera.

Walaupun informasi dari pihak militer ini belum terverifikasi mengingat zona konflik selama lima minggu terakhir masih diwarnai pertempuran sengit.

Namun, dari beberapa warga yang berhasil lolos dari maut juga mengatakan, mayat penduduk dibiarkan tergeletak di jalan selama berhari-hari.

Sebelumnya, Duterte meyakini keputusan untuk mengumumkan darurat militer di Mindanao dapat dibenarkan, karena dia tahu persis apa yang akan dilakukan oleh para ekstrimis itu.

“Saya sudah memiliki gambaran yang lengkap, dan saya tahu itu akan menjadi pertarungan yang panjang,” katanya.

Duterte mengatakan, dia mengerti mengapa separatis Muslim telah melawan Pemerintah, namun tidak dapat dapat memahami doktrin radikal yang mereka jalankan.

Inilah yang harus diwaspadai untuk kita semua, bahwwa ada kelompok dan gerakan yang ingin memaksakan kehendaknya tak terkecuali di Indonesia. ISIS mengklaim bahwa pimpinan mereka adalah sebagai Khalifah yang wajib dibaiat dan ditaati Oleh setiap Muslim.

Meski di Indonesia keberadaan kelompok radikal-ekstrem Islam, yang berusaha merebut kekuasaan dan wilayah lewat cara kekerasan dan militer seperti ISIS, memang masih sangat kecil.

Sementara yang ada barulah sejumlah simpatisan ISIS, yang menyatakan dukungan lewat media sosial. Tetapi sebagian warga Indonesia lain dikabarkan sudah ada yang berangkat diam-diam ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

Bahkan yang lebih fatal lagi dari itu semua, hal ini akan memancing terjadinya pemberontakan dan pembunuhan di banyak negara kaum Muslimin. Tindakan mereka jelas-jelas sangat menentang dalil-dalil agama.

ISIS adalah kelompok yang menyimpang dari ajaran Islam baik secara doktrin maupun prilaku. Karena segala sikap dan prilaku mereka tidak boleh disandarkan kepada Islam, apalagi dikatakan sebagai ajaran Islam.

Setiap muslim hendaknya melakukan kewaspadaan diri dan keluarga mereka dari pengaruh doktrin dan gerakan ISIS.