Cegah Dicaplok Negara Lain, Gubernur Papua Barat Pasang 2 Prasasti di Perbatasan NKRI-Republik Palau

Cegah Dicaplok Negara Lain, Gubernur Papua Barat Pasang 2 Prasasti di Perbatasan NKRI-Republik Palau
74 Views

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan telah memasang dua prasasti di Pulau Fani, Raja Ampat, untuk mempertegas batas wilayah antara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan Republik Palau.

Pemasangan prasasti Bhinneka Tunggal Ika dan prasasti batas negara di wilayah Distrik Kepulauan Ayau itu dilakukan pada Sabtu (7/12/2019).

“Ini sebagai bukti bahwa Pemerintah Provinsi Papua Barat menjaga NKRI. Kita jaga daerah perbatasan dengan negara Palau,” kata Dominggus Mandacan di Manokwari, Senin (9/12).

Domingus mengungkapkan, Pulau Fani merupakan pulau yang tidak berpenghuni. Dan untuk mencegah agar tidak dicaplok negara lain maka dua prasasti harus dipasang.

“Sudah ada pengalaman yang terjadi terhadap sejumlah pulau terluar Indonesia yang dicaplok negara-negara tetangga, sehingga perlu pemancangan ini dibuat, karena menurut cerita masyarakat Raja Ampat, orang-orang dari negara Palau datang ke Pulau Fani,” katanya.

Dominggus berpesan pada pasukan TNI-AL yang bertugas di Pos AL Pulau Fani dan masyarakat di Distrik Kepulauan Ayau agar menjaga kedaulatan NKRI di batas terluar negara Indonesia.

Gubernur menambahkan penjagaan di wilayah tersebut selama ini belum didukung dengan fasilitas yang memadai. Ia pun berharap pemerintah pusat melengkapi fasilitas yang dibutuhkan TNI di kepulauan tersebut.

“Alutsista perairan sangat dibutuhkan, begitu juga peralatan pendukung lainnya. Dari cerita personel TNI di sana pernah ada drone asing terbang di atas Kepulauan Ayau. Kita harus perketat tidak boleh lengah,” ucapnya.

Sekedar informasi, saat pemasangan dua prasasti Gubernur Dominggus didampingi Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau, Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Hery Rudolf Nahak, Sekretaris Utama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Sujahar Diantoro, dan Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *