Dampak Pelecehan Fadli Zon terhadap Mbah Moen, Prabowo Didoakan Kalah

0
46
Dampak Pelecehan Fadli Zon terhadap Mbah Moen, Prabowo Didoakan Kalah
Dampak Pelecehan Fadli Zon terhadap Mbah Moen, Prabowo Didoakan Kalah

Puisi “Doa yang Ditukar” yang dituliskan politisi Gerindra Fadli Zon terus menuai polemik. Pasalnya, Waketum Gerindra ini telah keterlaluan dan kelewatan menghina Kiai Maimoen Zubair lewat pusinya.

Fadli Zon membantah kalau puisi “Doa yang Ditukar” untuk menyindir Ketua Dewan Syariah DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Akan tetapi, bagi Ketua Majelis Syariah DPW PPP Jatim, KH Asep Saifuddin Chalim, bantahan Fadli Zon hanya upaya untuk mengelak setelah puisinya dipersoalkan banyak pihak, terutama kalangan Nahdlatul Ulama (NU).

“Itu mengelak saja. Orang dapat memahami secara lugas (kata) ‘kau’ itu (dalam puisi Fadli Zon) ya Kiai Maimun Zunair, ‘bandar’ itu ya Kiai Maimun Zubair,” kata Kiai Asep usai menghadiri Pembekalan Saksi PPP di DBL Arena Surabaya oleh Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa, Kamis (7/2/2019).

Kali ini, Kyai Asep Saifuddin Chalim menuding Wakil Ketua DPR RI itu sudah kelewatan.

“Fadli Zon itu kurang ajar. Boleh dia berdalih kalau kau di puisinya itu siapa saja. Tapi kita semua tahu itu adalah Kyai Maimun Zubair (Mbah Moen). Apalagi disitu disebut bandar. Bandar ini kan konotasinya negatif. Ada bandar narkoba, ekstasi, judi, dan lainnya,” tegasnya.

Sebagai umat Mbah Kiai Maimoen Zubair, Asep merasa kesal dan harus marah. Ia pun berdoa agar Fadli Zon mendapatkan balasan dari tingkah lakunya, bahkan doanya berujung agar Prabowo kalah.

“Doa saya juga sampai berujung agar Prabowo kalah. Boleh itu. Tidak apa-apa,” ungkapnya kesal.

“Saya kalau baca hijib nashor diamini ribuan orang setiap pagi, setiap saya mengajar. Sampai saya melihat Fadli Zon kena laknat, enggak akan berhenti saya baca, karena kurang ajar,” kata lagi.

Sementara Pimpinan Pondok Pesantren Roudlotul Hasanah Subang, KH Mochammad Abdul Mu’min menyebut Fadli Zon tidak etis dan tidak beradab karena mempolitisasi insiden salah ucap doa Mbah Moen melalui puisi yang isinya merendahkan ulama. Fadli Zon disebutnya tidak menghormati ulama.