Dapat Peringkat Layak Investasi dari Lembaga S&P IHSG di Bursa Efek Langsung Naik

0
74

Radarkontra – Pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla akhirnya berhasil mendapat peringkat kelayakan investasi (investment grade) dari lembaga internasional Standard and Poor’s (S&P) pada Mei 2017 menjadi BBB-.

Kenaikan peringkat ini diberikan karena perbaikan sejumlah indikator perekonomian dan juga proyeksi ekonomi Indonesia ke depan.

Peningkatan peringkat Indonesia dari S&P sejalan dengan dua perusahaan pemeringkat utama lainnya, Moody’s dan Fitch Rating yang telah sebelumnya memberikan peringkat layak investasi ke Indonesia.

Peningkatan tersebut mencerminkan, “Penilaian kami terhadap pengurangan risiko terhadap metrik fiskal Indonesia,” kata lembaga tersebut dalam keterangan S&P yang dirilis pada Jumat (19/5).

Dilansir dari Bloomberg, Jumat (19/5), kenaikan peringkat tersebut akan membuka jalan masuknya dana lebih ke dalam ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Saham melonjak ke rekor dan rupiah menguat.

Peringkat tersebut lepas dari Indonesia sejak krisis ekonomi 1998 silam. Dengan adanya kenaikan peringkat tersebut, maka akan berdampak pada masuknya aliran dana asing kepada Indonesia yang meningkat. Peringkat investment grade akan membuat kepercayaan pasar modal dan sektor keuangan meningkat.

Usai pengumuman S&P tersebut, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia naik 3,2% ke rekor 5.825,2, menyumbangkan kenaikan indeks sepanjang tahun ini yang mendekati 10%. Nilai tukar rupiah tercatat naik 03%, setelah sebelumnya turun 0,5% dan telah naik sepanjang tahun ini sebanyak 1%. (OL-6)

Pada tahun 2018, pemerintah berhasil mempertahankan peringkat layak investasi oleh Lembaga pemeringkat Standard and Poorís (S&P) pada level BBB- /outlook stabil. S&P memberikan peringkat ini karena harga komoditas Indonesia yang dianggap membaik, rasio utang pemerintah terhadap PDB yang dianggap stabil, serta risiko pemburukan pada beban pembiayaan eksternal yang dihadapi Indonesia telah menurun.

Selain itu, perumusan kebijakan Indonesia dianggap telah efektif dalam mendukung keuangan pemerintah yang berkesinambungan dan pertumbuhan ekonomi yang berimbang.