Debat Kedua Tingkatkan Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf, PDIP: Prabowo Kedodoran

0
1025

Radarkontra – Waktu yang semakin dekat menjelang hari pencoblosan, 17 April 2019 menjadi catatan bagi para pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk lebih berkontribusi dan mengelorakan setiap program-program kerja nyata untuk membangun bangsa Indonesia ke depan.

Berdasarkan hasil survei Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA, capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin unggul sekitar 28 persen atas Prabowo-Sandiaga.

Melihat hal itu, politikus PDI Perjuangan Charles Honoris menyebut hasil survei LSI tersebut, ibarat pertandingan sepak bola, dimana Jokowi-Maruf sudah unggul 3-0 atas Prabowo-Sandiaga, sedangkan waktu pertandingan tinggal tersisa 15 menit lagi.

“Hasil survei LSI tentu akan membuat panik paslon 02. Sebab, dalam waktu 1,5 bulan jelang pencoblosan ini, penantang yang sudah sejak awal tertinggal sekitar 20 persen bukannya mempersempit ketertinggalannya, malah semakin kedodoran,” kata Charles di Jakarta, Selasa (5/3/2019).

“Siapa yang tidak grogi dan panik dalam kondisi ketertinggalan seperti ini,” imbuhnya.

Charles mengungkapkan, penampilan Jokowi dalam debat capres kedua 17 Februari 2019 sangat berpengaruh dan memberi kontribusi besar dalam memperbesar jarak elektabilitas. Sebaliknya, sejumlah blunder Prabowo dalam debat kedua seperti jawaban atas unicorn dan kepemilikan lahan membuat jurang elektabilitas semakin lebar.

“Publik juga menyadari blunder tidak hanya dilakukan oleh Prabowo, tetapi juga oleh relawan 02, PEPES, yang kedapatan melakukan fitnah terhadap paslon 01,” katanya.

Menurutnya, saat ini publik sudah cerdas dan tidak terpengaruh kampanye hitam tersebut. Sebaliknya, masyarakat justru antipati terhadap cara-cara hitam seperti itu.

“Stagnasi elektabilitas paslon 02 ini seperti hukuman dari publik yang mendambakan kampanye damai dan beradab,” ujar dia.

“Rakyat tidak boleh dikorbankan hanya karena nafsu berkuasa segelintir elit yang tidak kesampaian. Sebaliknya rakyat sebagai pemberi mandat harus menjadi pemenang dari proses demokrasi ini,” katanya lagi.