Demi Keharmonisan Partai Pendukung di Pilpres, Jokowi Tetap Bersikap Adil

0
125

Radarkontra – Bagi Presiden Joko Widodo, posisi PDI Perjuangan sangat berarti dan teramat penting usai PDIP mengusungnya kembali di Pilpres 2019.

Pencalonan kembali Jokowi tentunya akan menambah energi positif bagi PDIP dalam memperkuat posisi sebagai partai politik terbesar di Indonesia.

Hal itu tidak seperti yang dikatakan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin seperti dilansir dari RMOL, Rabu (4/7).

Pengamat abal-abal ini menyebutkan bahwa Jokowi merasa jumawa lantaran banyak partai politik yang merapat.

Bahkan ia menuding Jokowi tidak lagi menganggap PDIP sepenting tahun 2014 yang lalu. Dimana PDIP menjadi partai pengusung dan pendukung utama. Lantaran banyak partai-partai yang merapat ke Jokowi.

Sebaliknya justru Presiden Jokowi sama sekali tidak jumawa dengan banyaknya parpol yang mendukung namun Mantan Wali Kota Solo ini tetap bersikap bijaksana dan adil dengan memperlakukan sama semua partai pendukung sehingga tidak ada yang diistimewakan demi keharmonisan para partai pendukungnya.

Sebagaimana diketahui Presiden Jokowi tidak akan lupa asal usulnya yakni PDIP. Sebab Jokowi dibesarkan dan dikader oleh PDIP sehingga tidak akan meninggalkan PDIP ataupun menganggap sepele PDIP. Sekali lagi karena Jokowi bukan seorang penghianat.

Pernyataan Direktur Eksekutif IPR tersebut adalah bentuk adu domba PDIP dan Presiden Jokowi.

Berpendapat adalah hal yang wajar namun sebaiknya disertai dengan data dan fakta.

Tentunya dengan banyaknya partai pendukung Jokowi di Pilpres 2019 akan membuktikan bahwa PDIP dan Jokowi tetap solid dalam pemerintahan. Meski berita hoax kerap menyerang dan menyudutkan PDIP.