Desain Besar untuk Mendelegitimasi KPU Tercium

0
822
Desain Besar untuk Mendelegitimasi KPU Tercium
Desain Besar untuk Mendelegitimasi KPU Tercium

Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus mendapat serangan bahwa lembaganya sudah tak bisa lagi dipercaya sebagai penyelenggara Pemilu.

Informasi bohong alias hoax yang terus menyerang KPU diduga sebagai upaya sistematis mendelegitimasi pemilu.

Ketua Bappilu Nasdem Effendy Choirie menyebut, hal itu merupakan upaya sistematis untuk mendelegitimasi pemilu melalui opini agar publik tidak mempercayai KPU dan hasil kerja KPU mengenai Pemilu Serentak 2019 khususnya Pemilihan Presiden.

Seperti dikethui, serangan hoax terhadap KPU itu di antaranya peredaran video yang menyebutkan ada surat suara di Sumatera Utara sudah tercoblos, surat suara sebanyak 7 kontainer dari China tiba di Tanjung Priok, hingga isu KTP-el untuk orang asing.

Effendy meniai, semua hoax itu menyudutkan pasangan Joko Widodo-Maruf Amin dan KPU. Bahkan lanjut dia mengatakan, penyebaran hoaks yang diarahkan ke KPU itu bukan mustahil merupakan sebuah desain besar untuk merongrong kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu, sehingga terjadi delegitimasi hasil pemilu.

Ia pun khawatir dalam dua bulan ke depan isu-isu tersebut akan lebih marak dan menimbulkan kesan KPU secara keseluruhan bermasalah.

“Kecurigaan ini beralasan. Sekarang KPU dibidik. Apalagi ada tekanan-tekanan ke KPU Pusat agar melakukan audit IT. Jika tidak bersih, Prabowo akan mundur. Kelihatan sekali ada agenda setting, entah oleh siapa,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/3).

Ia menduga, ada elite yang mulai panik lantaran pasangan calon dan partai yang diusung terancam kalah. Mereka lalu membuat pernyataan seperti seolah kekalahan itu terjadi karena pemilu tidak jujur.

“Narasi seperti ini hanya ingin menjatuhkan kredibilitas penyelenggara pemilu,” kata dia.