Di HUT ke-72 HMI, Jokowi Ingatkan Anugerah Bangsa Indonesia Adalah Kemajemukan

0
93
Di HUT ke-72 HMI, Jokowi Ingatkan Anugerah Bangsa Indonesia Adalah Kemajemukan
Di HUT ke-72 HMI, Jokowi Ingatkan Anugerah Bangsa Indonesia Adalah Kemajemukan

Presiden Joko Widodo memuji sikap nasionalisme dan keislaman yang selama ini dijunjung kader-kader intelektual Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Jokowi mengingatkan bahwa anugerah bangsa Indonesia, yakni masyarakatnya yang majemuk dengan latar belakang yang berbeda-beda. Hal itu pun menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk terus merawat persatuan dan kerukunan.

“Karena, aset besar bangsa ini adalah persatuan, persaudaraan, dan kerukunan,” kata Presiden saat menghadiri peringatan HUT ke-72 HMI di kediaman Ketua Dewan Penasihat Korps Alumni HMI, Akbar Tandjung, Selasa (5/2).

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyinggung masalah pembangunan infrastruktur yang masif dikerjakan selama empat tahun pemerintahannya. Menurut dia, pembangunan infrastruktur, seperti jalan tol, pelabuhan, dan bandara penting dilakukan untuk mengejar daya saing dengan negara lain.

Jokowi pun mencontohkan, sejak 1978, Indonesia baru memiliki jalan Tol Jagorawi sepanjang 50 kilometer. Kemudian, dalam 40 tahun berikutnya, Indonesia baru membangun 780 kilometer. Sementara, negara lain, seperti Cina, telah memiliki 280 ribu kilometer jalan tol dalam periode yang sama.

Karena itu, kata dia, pemerintah mengejar ketertinggalan infrastruktur dan fokus pada pembangunan selama empat tahun terakhir ini. Hasilnya, kata Jokowi, pada akhir tahun ini jalan tol yang akan selesai terbangun sepanjang 1.854 kilometer.

Kendati demikian, pada tahun ini pemerintah akan fokus pada pembangunan sumber daya manusia melalui pelatihan dan kejuruan. Menurut Jokowi, terdapat sekitar 67 juta penduduk yang harus mendapatkan pelatihan itu serta sekitar 37 juta pekerja milenial yang akan disiapkan untuk menghadapi revolusi industri 4.0.

Pembangunan SDM ini perlu dilakukan untuk mendorong kemajuan bangsa. Presiden pun optimistis, keberlanjutan pembangunan SDM ini dapat membawa Indonesia lebih maju.

“Kalau ada keberlanjutan, saya kira itu yang bisa meloncatkan bangsa ini menuju bangsa maju sesuai hitungan Bank Dunia, hitungan McKinsey Global Institute, dan juga Bappenas yang sebutkan bahwa di tahun 2040, 2045 saat Indonesia emas, negara kita akan menjadi empat besar ekonomi terkuat di dunia,” ujar dia.

Jokowi sebagai presiden berkomitmen kuat melaksanakan pembangunan nasional dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur.