DPD : Holding BUMN diharapkan Percepat Pembangunan Daerah

0
218

 

radarkontra.com Rencana pemerintah membentuk holding BUMN di Indonesia dinilai positif dan, dapat memberikan imbas dalam percepatan pembangunan di daerah. Karena itu DPD RI mendukung holdingisasi BUMN itu selama rencana itu memberikan manfaat dan keuntungan untuk membantu percepatan pembangunan di daerah.

Demikian keterangan Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba melalui surel yang diterima redaksi radarkontra.com terkait holdingisasi BUMN di Gedung DPD RI Jakarta, Senin (29/8/2016).

Menurut Parlindungan, dengan adanya Super Holding ini diharapkan dapat membangun ekonomi daerah dan mampu merangkul para pengusaha lokal atau pihak swasta sebagaimana diinginkan Presiden Jokowi, yang menginginkan 85% pekerjaan melibatkan pihak swasta dalam merealisasikan percepatan pembangunan di segala sektor dengan melibatkan pihak swasta menjadi Sub Kontraktor dan tidak dikerjakan sendiri.

”Dengan semakin kuatnya para pengusaha lokal atau swasta di daerah diharapkan dapat membangun ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakatnya,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah tidak perlu takut dalam pembentukan holding BUMN ini karena tujuannya adalah untuk memperbaiki struktur permodalan BUMN agar tidak meminta lagi suntikan modal atau Penyertaan Modal Negara (PMN) dari APBN. Hal ini sudah lumrah dilakukan banyak negara untuk membentuk holding dan sudah banyak contoh holding BUMN yang sudah sukses berkembang.

Namun yang harus dilakukan  adalah bagaimana agar holdingisasi ini memiliki manfaat yang maksimal. Selama tujuannya itu benar pemerintah tidak perlu takut, namun yang harus dipikirkan bagaimana holdingisasi ini memiliki manfaat yang maksimal.

Sementara mengenai rencana kontroversial pembentukan holding BUMN di sektor migas melalui proses akuisisi Pertamina terhadap PGN (Perusahaan Gas Negara) Parlindungan menilai sebaiknya pemerintah membentuk holding energi yang membawahi seluruh BUMN energi yakni migas, mineral dan batubara, listrik, dan energi terbarukan. (iman rosidi)