Driver Ojol Jangan Rusak Simpati Masyarakat Demi Kepentingan Sesaat

0
247
Driver Ojol Jangan Rusak Simpati Masyarakat Demi Kepentingan Sesaat
Driver Ojol Jangan Rusak Simpati Masyarakat Demi Kepentingan Sesaat

Pengemudi ojek online yang tetap ngotot mengancam akan menggelar unjuk rasa pada saat pembukaan Asian Games 2018 pada 18 Agustus di Palembang dan Jakarta mendatang hanya akan menimbulkan ancaman keamanan bangsa serta mempermalukan Indonesia di mata internasional sebagai tuan rumah ajang olahraga terbesar se Asia.

Maka sebagai tuan rumah yang baik, Indonesia harus mampu mempersiapkan event 4 tahunan ini dengan baik.

Hal tersebut jelas sangat kontra produktif dan justru akan menghilangkan simpati masyarakat terhadap kelompok ojek online itu sendiri karena bersikap arogan dan tidak mengedepankan mediasi dalam proses penyampaian aspirasi.

Sejatinya Asian Games kali ini harus dijadikan momentum untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia itu mampu, bukan sebaliknya dirusak dengan kepentingan sesaat yang sebenarnya masih bisa dibicarakan tanpa harus melakukan unjuk rasa berkelanjutan.

Sebagai penyelenggara, Indonesia juga harus memunculkan wajah persaudaraan dan persahabatan.

Tentunya persoalan ini harus dipahami dengan hati dan niat yang tulus. Drver ojek online juga jangan memaksakan kehendak sepihak dan harus mentaati setiap aturan demi kepentingan bersama.

Demo memang merupakan hak setiap warga negara untuk menyuarakan keluhannya. Namun ada baiknya aksi demo tersebut harus digunakan di waktu dan cara yang tepat.

Seharusnya para ojol bisa mengambil hikmah pada event ini karena seluruh atlet dari negara-negara Asia akan datang menuju Indonesia. Bahkan tak hanya atlet, para turis dan supporter juga diprediksi akan mendatangi Jakarta dan Palembang pada ajang Asian Games 2018 tersebut. Tentunya event ini menambah pendapatan para driver online akan semakin meningkat.

Sebelumnya, Ketua Garda Igun Wicaksono mengatakan demonstrasi akan dilakukan jika tuntutan agar tarif ojek online naik menjadi Rp 3.000/km tidak diindahkan aplikator, seperti Go-Jek dan Grab.

Terkait itu manajemen Go-Jek meminta waktu sebelum memutuskan untuk memenuhi tuntutan kenaikan tarif dasar dalam rangka meredam Aksi 188 Garda yang akan dilakukan pada upacara pembukaan Asian Games tanggal 18 Agustus mendatang.

Sementara, mediasi antara driver dan Grab yang berlangsung pada Jumat (3/8/2018) kemarin di Polda Metro Jaya, seperti dituturkan oleh Igun menolak tuntutan driver karena alasan supply demand.