Emak Satu Ini Tetap Bergeming Walau Dirisak Dan Dikecam Secara Konsisten Oleh Pendukung Prabowo

0
2440
Emak Satu Ini Tetap Bergeming Walau Dirisak Dan Dikecam Secara Konsisten Oleh Pendukung Prabowo
Emak Satu Ini Tetap Bergeming Walau Dirisak Dan Dikecam Secara Konsisten Oleh Pendukung Prabowo

Ketika emak-emak pendukung Prabowo satu-persatu tumbang karena hanya dapat menyebarkan fitnah dan hoax, seorang emak dari 3 orang anak sejak tahun 2014 lalu tetap konsisten menyuarakan kebenaran dan tidak goyah pendiriannya walau terus menerus diserang oleh kubu Prabowo, Partai Gerindra serta seluruh partai pendukungnya.

Dialah Wanda Hamidah yang walau merupakan salah seorang pendiri Partai PAN dan anggota legislatif dari partai PAN, namun karena faktor Prabowo dia secara tegas menolak mendukung paslon Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa pada pilpres 2014 lalu.

Nanti engga bisa bikin film lagi.. baru nyesel..
Jangan sampai nanti engga bisa nulis lagi.. baru nyesel..
nanti engga bisa kritik lagi.. baru nyesel..
Gerakan hari ini sekedar mengingatkan..
kita pernah menentang sistem otoriter..”

demikian cuitan Wanda yang menggetarkan kubu Prabowo saat itu. Cuitan menyadarkan masyarakat bahwa faktor Prabowo adalah salah satu kunci utama bangkitnya kembali sistem otoriter Orde Baru yang telah dikubur rakyat Indonesia 20 tahun silam.

Akibat dukungannya kepada Jokowi-JK tersebut yang jelas melawan arus utama partainya sendiri akhirnya Wanda Hamidah dipecat secara sepihak oleh Partai PAN. Wanda Hamidah resmi dipecat dari keanggotaannya di Partai Amanat Nasional (PAN). Pemecatan itu dilakukan langsung oleh Ketua Majelis Pertimbangan DPP Partai Amanat Nasional, Amien Rais.

Wanda Hamidah secara ikhlas dan tetap menjaga senyum manisnya tetap bergeming atas keputusannya tersebut dan tidak menyesal dipecat secara otoriter keanggotaannya dari PAN.

“Bukan tanpa alasan memilih Jokowi-JK, saya setia sama Partai Amanat Nasional dan saya setia pada cita-cita reformasi maka saya pilih calon yang bersih dari HAM,” ujar Wanda di Warung Daun Sirih, Menteng, Jakarta, Selasa (16/9/2014) lalu.

Wanda merasa sedih sebab selama 16 tahun berseragam PAN, harus berakhir karena perbedaan soal Pilpres. “Sehubungan dengan hal itu konsekuensi saya menerima pemecatan. Alasannya karena saya mendukung Jokowi-JK,” kata Wanda.

Wanda mengungkapkan surat pemberhentiannya dikeluarkan pada tanggal 30 Agustus dan diterimanya pada hari Jumat (12/9) lalu.

“Sesuai dengan no surat keputusan DPP PAN PAN/A/Kpts/061/VIII/2014 terkait surat pemberhentian tetap sebagai kader PAN pada tanggal 30 Agustus, saya terima 12 September, Jumat ditandatangani langsung oleh Amien Rais,” pungkasnya.

Tak kurang tokoh HAM Indonesia Todung Mulya Lubis menyambut baik keteguhan hati Wanda tersebut.

“Demokrasi yang belum dewasa sering makan korban. Tetapi jangan menyesal. Terus berjuang di manapun,” kata advokat senior Todung Mulya Lubis saat itu.

Kini emak pemberani masih terus mendukung Jokowi dan secara konsisten berdiri dibarisan para penggiat dan barisan masyarakat peduli HAM.

Walau berbagai serangan dan dirisak secara konsiten oleh pendukung Prabowo bahkan oleh Partai Gerindra sendiri, Wanda terus menyuarakan kebenaran yang diyakininya dan juga keyakinan sebagian besar rakyat Indonesia bahwa telah lama ada semacam gerakan akan kembalinya pendukung rezim orde baru yang otoriter tersebut dengan jargon ‘penak jamanku to’ yang kemudian dilanjutkan dengan tagar #2019GantiPresiden.