Empat Tahun Jokowi-JK, Pemerintah Sudah Bebaskan 443 WNI dari Hukuman Mati

0
96

Radarkontra – Selama pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kementerian Luar Negeri mencatat 51.088 kasus WNI telah diselesaikan, 16.432 WNI dievakuasi dari daerah konflik dan bencana alam, dan 181.942 WNI direpatriasi karena bermasalah.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, menyatakan selama empat tahun pemerintahan Jokowi-JK, pemerintah telah membebaskan 443 WNI dari ancaman hukuman mati.

“Termasuk pembebasan 39 WNI yang jadi sandera di Filipina,” ungkap Retno di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Kamis (25/10/2018).

Retno menyebut bahwa perlindungan WNI di luar negeri menjadi salah satu fokus pemerintah.

“Perlindungan WNI menonjol dalam era Jokowi. Pemerintah berupaya menghadirkan negara untuk masyarakat Indonesia termasuk WNI di luar negeri,” ujarnya.

Sebagai contoh bagaimana pemerintah membebaskan dua WNI, DT dan AHB, tahun lalu yang sebelumnya mendekam lama di penjara wanita, Jeddah, Arab Saudi.

Keduanya divonis hukuman mati oleh Pengadilan Umum Jeddah pada 12 April 2010 atas dugaan pembunuhan jenazah wanita WNI, AA, di penampungan gelap tempat DT dan AHB pada 2002.

Tak hanya menyelamatkan fisik WNI di luar negeri, Retno mengklaim pemerintah berhasil mengembalikan hak WNI di luar negeri, yang nilainya mencapai Rp 408 miliar, termasuk hak pendidikan bagi anak dari tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.

“Pendampingan kekonsuleran bagi WNI juga sudah tersistem dengan baik. Hak pendidikan untuk anak WNI dengan 263 community learning center,” kata dia.

Data dan fakta yang disampaikan Menlu Retno adalah sebagai wujud perlindungan Pemerintah terhadap WNI di luar negeri sesuai dengan Program Nawacita pemerintahan Jokowi-JK.

Berbeda dengan pemerintaan sebelumnya, dimana di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Maret 2014 silam seperti dikutip dari Antara, Minggu (30/3/2014) SBY menyebut ada 176 warga negara Indonesia, termasuk tenaga kerja Indonesia (TKI) yang terbebaskan dari hukuman mati di negara lain.

SBY saat itu mengatakan bahwa angka segitu bukanlah angka yang kecil, mengingat tidak mudahnya memberikan ampunan pada satu orang saja.

Kendati demikian, keberhasilan pemerintah Jokowi-JK dalam membangun hubungan diplomatik yang baik dengan negara-negara lain turut berperan penting dalam upaya memberikan perlindungan kepada WNI di luar negeri.