FBR Serukan Tidak Ikut Aksi People Power, Ini 7 Maklumat yang Disampaikan

0
1063
FBR Serukan Tidak Ikut Aksi People Power, Ini 7 Maklumat yang Disampaikan

Sikap kenegarawanan Prabowo dapat dikatakan jauh berbanding dengan sikap Jokowi. Hal ini sudah terbukti dari cara Prabowo yang kerap melontarkan ketakutan dan lebih mementingkan kepentingan pribadi atau kelompoknya ketimbang persatuan bangsa.

Cukup untuk menjadi dasar ketika kita hendak membandingkan kualitas dan kapabilitas para calon pemimpin yang berlaga di Pemilu 2019 kemarin.

Bahkan Wapres Jusuf Kalla pernah mengatakan bahwa seorang negarawan akan selalu memiliki visi jauh ke depan, “Negawaran itu memikirkan bagaimana 25 tahun ke depan. Jadi visioner”.

JK juga menegaskan bahwa pemimpin negeri ini haruslah seorang yang profesional dan jujur.

Definisi yang sangat pas dalam menimbang mana orang yang cocok jadi pemimpin negeri ini. Mana yang negarawan sejati, dan mana yang hanyalah politisi tanpa kemampuan mengelola serta menjaga negeri ini.

Bahkan jika dikecilkan lagi, sikap kenegarawanan Prabowo juga tak sebanding dengan Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR) Lutfi Hakim.

Terkait isu adanya aksi People Power, Lutfi menngimbau warga DKI Jakarta agar menjaga kampung dari aksi provokasi. Hal ini dinyatakan Lutfi dalam rapat konsolidasi FBR yang membahas situasi pasca Pemilu 2019.

“Pemilu sudah selesai, mari kita FBR bersama masyarakat ikut menjaga kampung kita masing-masing dari provokator dan aksi provokatif,” kata Lutfi di Jalan Garuda 1, Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat, dilansir Antara, Jumat (10/5/2019).

Lutfi juga meminta anggota FBR untuk ikut membantu aparat keamanan setempat menciptakan situasi dan kondisi wilayah yang aman, tenteram, dan damai.

“Serta tidak mengikuti aksi-aksi turun ke jalan yang mengarah kepada aksi people power,” tegas Lutfi.

Setidaknya ada tujug pesan yang disampaikan Lutfi kepada anggota FBR dalam rapat konsolidasi tersebut. Sebagaimana dua telah ditegaskan diatas.

Selain itu yang ketiga, Lutfi menyatakan, FBR mendukung pemerintahan yang sah, Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih yang ditetapkan KPU pada 22 Mei 2019.

“Keempat, FBR mendukung KPU RI dan Bawaslu RI dalam pelaksanaan Pemilu 2019,” kata dia.

Selanjutnya, Lutfi mengimbau pihak-pihak yang ingin mendelegitimasi penyelenggara pemilu agar menahan diri serta menggunakan cara-cara konstitusional dalam menyampaikan aspirasinya.

“Amanat saya selanjutnya adalah menekankan kepada seluruh anggota FBR untuk tidak mengikuti aksi-aksi turun ke jalan yang bertujuan mendelegitimasi KPU RI dan Bawaslu RI, atau aksi ‘people power’ yang diserukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan ingin Indonesia rusuh,” ujarnya.

Terakhir, Lutfi mengajak anggota FBR dan masyarakat mengawasi tempat hiburan malam yang beroperasi selama Ramadhan. Ia merujuk pada surat edaran Pemprov DKI Jakarta tentang Waktu Penyelenggaraan Industri Pariwisata pada Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1440 H/2019 M.

“Kami mengajak masyarakat untuk turut mengawasi tempat hiburan malam yang masih beroperasi dan laporkan pada pihak berwajib sebelum adanya tindakan sweeping,” jelasnya.