Gerindra Memastikan Jokowi-Prabowo Akan Segera Bertemu Tinggal Tunggu Waktu

0
35
Gerindra Memastikan Jokowi-Prabowo Akan Segera Bertemu Tinggal Tunggu Waktu
Gerindra Memastikan Jokowi-Prabowo Akan Segera Bertemu Tinggal Tunggu Waktu

Beda pemikirian dengan Fadli Zon, Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan bahwa pertemuan antara Presiden terpilih Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto diprediksi bakal terlaksana.

Namun kata Muzani pertemuan tersebut masih menunggu kecocokan waktu kedua tokoh tersebut.

“Pertemuan Prabowo dan Jokowi pada saatnya pasti akan terjadi, dan saya memprediksi pertemuan ini akan terjadi. Namun, kapannya, itu yang saya belum bisa karena kesibukan keduanya,” kata Muzani di Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Muzani menilai, bahwa pertemuan keduanya bukan sesuatu yang sulit karena sebelumnya pernah terjadi pada tahun 2014, yaitu 3 hari sebelum Jokowi dilantik sebagai presiden dan momentum tersebut dipastikan akan terjadi kembali.

“Bisa lebih cepat pada bulan-bulan ini dan bisa agak lambat. Akan tetapi, yang pasti terus terang saya belum bisa memperkirakan karena keduanya kesibukannya sangat padat sekali,” ujarnya.

Ia pun sependapata bahwa ide untuk mempertemukan dan saling manyatukan dua kubu pasca-Pilpres 2019 merupakan langkah yang sangat baik.

Karena menurut dia secara sadar atau tidak, terjadi pembelahan di tengah masyarakat akibat dari proses Pemilu 2019, ada pendukung 01 dan pendukung 02 sehingga keperluan untuk menyatukan menjadi sesuatu yang dianggap sebagai sebuah kebutuhan.

“Namun, saya kira sebagai sebuah bangsa yang saling bersaudara dan memiliki kepentingan harmoni satu sama lain, masyarakat sudah saling mulai merasakan adanya keperluan untuk saling menghargai satu sama lain. Saya kira harmonisasi di antara masyarakat sudah mulai terjadi, bahkan di tingkat mana pun,” katanya.

Saat ini di internal Gerindra sendiri memiliki perbedaan pandangan terkait wacana rekonsiliasi Jokowi-Prabowo. Hal tersebut menunjukkan Gerindra belum solid memperjuangkan persatuan bangsa yang terpecah akibat Pemilu 2019.

Kekuasaan dan kepentingan kelompok masih dianggap yang utama oleh sebagian kader Gerindra seperti Fadli Zon dibandingkan mementingkan keharmonisan masyarakat.