Hanya Untuk Mendorong Elektabilitas, Ulama Dijadikan Kacung Oleh Prabowo Sandi

0
217

Radarkontra – Kekecewaan Ulama yang merasa cuma dimanfaatkan oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno serta partai pendukungnya seperti Gerindra, PAN dan PKS benar-benar tak terbendung lagi. Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama benar-benar kecewa kepada Gerindra, PKS, PAN dan Partai Demokrat. Pasalnya, partai-partai itu mengacuhkan rekomendasi mereka soal calon wakil presiden (cawapres).

Melalui ijtimak ulama, GNPF merekomendasikan Ustaz Abdul Somad (UAS) dan Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al-Jufri untuk menjadi cawapres pendamping Prabowo Subianto. Namun, koalisi yang dipimpin Gerindra itu justru mengabaikannya.

“Ternyata koalisi Partai Gerindra, PKS dan PAN mengambil pasangan di luar rekomendasi,” ujar Ketua Umum GNPF Ulama Ustaz Yusuf Muhammad Martak dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/8).

Setelah mendapat kepastian di menit akhir pendaftaran bahwa rekomendasi mereka ditolak, para ulama GNPF langsung menggelar musyawarah dan merekomendasikan dua nama lagi. Kedua nama baru itu adalah Ustaz Arifin Ilham dan KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym.

Namun, lagi-lagi rekomendasi itu tidak digubris. Buktinya, Prabowo justru memilih Sandi sebagai pendampingnya di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Padahal, kata Yusuf Martak, GNPF Ulama mengeluarkan rekomendasi itu lantaran tidak ingin sebatas mendukung pemenangan pilpres, kemudian diacuhkan. Yusuf menegaskan, GNPF Ulama juga ingin ikut dalam mewarnai pemerintahan saat nanti jika Prabowo menang di Pilpres 2019 dan tidak hanya dijadikan kacung untuk mendorong elektabilitas mereka yang diibaratkan sebagai mendorong mobil.

“Ulama diminta mendorong mobil mogok, tapi setelah mobilnya jalan ternyata ulamanya ditinggal,” tukasnya.

Istilah mobil mogok juga dikutip oleh ulama kondang KH. Abdullah Gymnastiar atau biasa dipanggil Aa gym dalam acara Indonesia Lawyer Club dengan tema #ILCMendaulatUAS.

“(kita) Ulama ini jangan dipakai ngedorong mobil, giliran mobil maju…ketinggalan ulamanya” kata Aa gym menyindir si Raja Tega pasangan Prabowo dan Sandiaga Uno tersebut.

Aa gym bahkan mengkritik tegas Prabowo dan Sandiaga Uno yang secara licik telah memanfaatkan ulama untuk mendorong elektabilitas masing-masing. “Makanya jangan cari ulama yang hanya bisa ngedorong (terus ditinggal oleh yang memanfaatkan), (tapi pilih ulama) yang bisa (ikut bantu) ‘nyetir” didalam (pemerintahan)” tegas Aa Gym.