Ini yang Akan Dilakukan Nadiem Makarim Sesuai Permintaan Presiden Jokowi

Ini yang Akan Dilakukan Nadiem Makarim Sesuai Permintaan Presiden Jokowi
1.049 Views

Pendidikan menjadi ujung tombak agar tidak menjadi bangsa yang diremehkan. Tentunya, kualitas pendidikan harus menjadi nomor satu sehingga para peserta didik maupun guru guru yang mengajar sama-sama memiliki cita-cita demi kemajuan Indonesia.

Untuk mencapai kualitas tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyampaikan empat prioritas kementeriannya.

Prioritas pertama, kata Nadiem, adalah pembelajaran anak. Ia akan mengecek apakah yang diberikan oleh kementerian terserap oleh para siswa. Ia menekankan hal tersebut diminta oleh Presiden Jokowi, agar hasil dan dampak dapat terpantau.

“Satu konsep yang sangat penting itu adalah studi badan-badan. Semua peraturan dan penggunaan dana kita harus dicek,” kata dia di kantor Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis 31 Oktober 2019.

Kedua, struktur kelembagaan. Nadiem mengatakan struktur kelembagaan baik internal maupun eksternal badan-badan akan mendukung tujuan pembelajaran. Struktur kelembagaan ini kata dia, bisa berdampak positif juga terhadap kualitas pembelajaran.

Ketiga, menggerakkan revolusi mental di masyarakat. Nadiem menyebut untuk menyukseskan program revolusi mental Presiden Jokowi, tidak dapat hanya dilakukan di sistem institusi pendidikan saja.

“Jadi pengembangan karakter itu bukan hanya dari kurikulum, bukan hanya pembelajaran dari guru tapi masyarakat secara luas. Itu yang akan kami kembangkan,” kata dia.

Keempat, pengembangan teknologi. Nadiem menyebut dalam hal ini banyak yang harus difokuskan. Fokus dari teknologi ini ia sebut bisa membantu guru, dalam menjalankan kegiatan pendidikan.

Ia menilai, selama ini ada paradigma yang keliru di masyarakat soal pengembangan teknologi. Menurutnya selama ini teknologi di ranah pendidikan banyak disalahpahami, diartikan akan mengganti peran guru dan menembus batas ruang kelas. Persepsi ini ia sebut sangat keliru.

“Teknologi itu untuk memperbaiki atau meng-enhance, meningkatkan kapasitas. Bukan untuk mengantikan,” ucapnya,

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *