Jaga Ketersediaan Pasokan, Bulog Salurkan 160 Ton Beras Melalui Operasi Pasar

0
68
Jaga Ketersediaan Pasokan, Bulog Salurkan 160 Ton Beras Melalui Operasi Pasar
Jaga Ketersediaan Pasokan, Bulog Salurkan 160 Ton Beras Melalui Operasi Pasar

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Tri Wahyudi Saleh menjelaskan, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) telah menggelontorkan 160 ribu ton beras medium melalui Operasi Pasar Cadangan Beras Pemerintah (OP-CBP) di seluruh Indonesia.

Ia mengatakan, beras tersebut telah didistribusikan sejak 3 Januari 2019 hingga hari ini.

Saat ini, kata dia ketersediaan beras Perum Bulog secara nasional tercatat lebih dari 1,89 juta ton. Cadangan beras itu siap disalurkan bila sewaktu-waktu dibutuhkan pemerintah baik untuk bencana alam maupun untuk stabilisasi harga.

Ketersediaan beras CBP itu juga bertujuan untuk menjaga stok dalam rangka hari besar dan keagamaan nasional menjelang periode Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2019.

“Ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga beras medium di setiap daerah akan tercipta bila dilakukan secara bersama dengan dukungan seluruh pihak, terutama dari pemerintah daerah, dinas terkait, aparat terkait dan para pelaku pasar,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (15/3).

Tri berharap, target operasi pasar CBP sebesar 15 ribu ton per hari dapat dicapai saat musim paceklik yang diperkirakan harga beras akan tinggi.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan telah menugaskan Perum Bulog untuk melanjutkan Kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) melalui surat Menteri Perdagangan tanggal 2 Januari 2019.

Adapun ketentuan harga beras di gudang untuk wilayah 1 meliputi Jawa, Lampung, Sumsel, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali sebesar Rp8.100 per kilogram (kg).

Kemudian untuk wilayah 2 meliputi Sumatera kecuali Lampung dan Sumatera Selatan, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar Rp8.600 per kg. Sedangkan untuk wilayah 3 meliputi Maluku dan Papua sebesar Rp8.900 per kg dengan harga jual maksimal sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) masing-masing wilayah.