Jokowi Minta Polri Bersikap Netral dalam Pilkada dan Pilpres

105 Views

Panasnya suhu politik pada pemilihan Presiden 2014 dan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2017 lalu menjadi catatan penting Presiden Joko Widodo untuk menghadapi pesta demokrasi Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.

Jelang perhelatan akbar pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018, Presiden Joko Widodo meminta Polri untuk tetap bersikap netral didalam setiap kontestasi politik karena politik Polri adalah politik negara.

Oleh karena itu, dalam melaksanakan sikap politiknya, Polri wajib loyal dan setia kepada negara, rakyat dan pimpinan.

Presiden pun menegaskan, bahwa Polri perlu memetakan sumber provokasi untuk menghalau penyebaran isu yang menjurus pada fitnah di antar peserta Pilkada. “Jangan sampai sudah kejadian, kita bingung mencari air untuk memadamkan,” tegas Presiden di Semarang, Jawa Tengah, Senin (9/10/17).

Menurut dia, pemetaan kerawanan konflik ini sebagai bentuk kesiapan dalam menjaga stabilitas politik pada pilkada 2018 dan pemilihan umum 2019.

Kendati demikian, Jokowi menaruh yakin bahwa masyarakat semakin cerdas dan dewasa dalam mencerna informasi di berbagai media. Pemerintah, lanjut Jokowi, hanya bertugas meluruskan isu yang menjadi penyebab memanasnya situasi politik.

“Sumber-sumber yang kita perkirakan akan memprovokasi juga harus dipetakan secara detail siapa dan akan melakukan apa. Intelijen kita harus punya data komplet mengenai ini,” katanya.

Menanggapai instruksi Presiden, Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menegaskan siap mengawal jalannya pilkada agar tak sampai menimbulkan gangguan keamanan yang meresahkan masyarakat sehingga stabilitas politik terganggu.

Menurut Tito, pilkada adalah situasi yang alamiah. “Tensi dingin biasanya menghangat, tapi jangan biarkan ini menjadi memanas,” ungkapnya.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *