Jokowi: Silakan Jadi Oposisi yang Penting jangan Mendendam Disertai Hinaan

10 Views

Presiden terpilih Joko Widodo mengingatkan pentingnya visi yang sama untuk mewujudkan Indonesia maju. Meskipun cara yang diambil berbeda. Asalkan semua itu demi Indonesia maju.

Dalam pidatonya di Sentul International Convention Centre, Sentul, Bogor, Minggu (14/7/2019) Jokowi sempat menyinggung soal oposisi. Jokowi menyebut tidak mempermasalahkan kehadiran oposisi.

“Dalam demokrasi, mendukung mati-matian kandidat boleh. Militansi tinggi boleh. Menjadi oposisi juga sangat mulia,” ujarnya.

Jokowi bahkan mempersilakan jika ada pihak-pihak yang mengambil langkah politik untuk menjadi oposisi di luar pemerintahannya bersama Ma’ruf Amin. Namun dia menitipkan pesan pada pihak yang nantinya berdiri sebagai oposisi.

“Silakan jadi oposisi, asal jangan yang menimbulkan dendam. Asal jangan oposisi yang timbulkan kebencian. Apalagi disertai hinaan, disertai cacian, makian,” tegas Jokowi.

Jokowi jug Mengatakan sebagai orang yang menganut budaya ketimuran dan menjunjung norma agama, maka meskipun berbeda pilhan, harus disikapi dengan cara-cara yang baik.

Presiden Jokowi melalui pidatonya telah membuka opsi agar muncul oposisi sebagai kekuatan kontrol di DPR yang bisa dilakukan oleh Prabowo atau partai-partai lain.

Sindiran terkait oposisi adalah menyikapi kondisi oposisi selama 5 tahun kebelakang yang lebih banyak disertai dendam dan hinaan daripada sifat check and balance serta kontrol yang seharusnya dilakukan oposisi.

Untuk itu di masa pemerintahnya mendatang, Presiden Jokowi benar-benar menginginkan adanya oposisi yang berkualitas dan sesuai dengan kapasitas.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *