Kadin: Hindari Kemacetan Parah Pada Arus Mudik, Truk Beroperasi H+7 Lebaran

0
507

Melihat masih banyak arus mudik Lebaran yang akan kembali ke Jakarta dari kampung halamannya, dapat dipastikan akan menambah kemacetan panjang ditiap ruas tol yang dilalui para pemudik.

Sebelumnya, untuk mengindari terjadinya penumpukan kendaraan di jalan tol, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan pembatasan ?operasional mobil barang pada masa mudik hingga balik Lebaran sejak 21 Juni hingga 29 Juni atau delapan hari, sesuai Peraturan Menteri Perhubungan dan Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Darat yang menyatakan truk bisa kembali beroperasi pada 30 Juni atau atau H+3 Lebaran.

Aturan pembatasan operasional mobil barang tak berlaku bagi mobil barang pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM), Bahan Bakar Gas (BBG), ternak, hantaran pos, sembako (beras, sagu, jagung, gula pasir, sayur, buah-buahan, daging, ikan, minyak goreng, margarin, susu, telur, garam), dan mobil barang pengangkut sepeda motor mudik gratis Lebaran.

Langkah tersebut merupakan terobosan yang harus diapresiasikan. Namun, Kamar Dagang dan Industri ( Kadin) Indonesia justru khawatir dan meminta agar para pemilik truk mau beroperasi kembali seusai rangkaian pemudik kembali ketempat asalnya.

Wakil Ketua Kadin Indonesia bidang Perhubungan, Carmelita Hartoto mengatakan, hal ini diprediksi justru akan menimbulkan kemacetan diberapa simpul-simpul jalan yang biasa dilalui oleh para pemudik.

Menurutnya, untuk membantu kelancaran saat arus balik mendatang Carmelita mengimbau dan sangat mengharapkan agar para pemilik truk berserta organisasi yang menaunginya seperti Organda (Organisasi Pengusaha Angkutan Darat) dan Aptrindo (Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia) mau beroperasi kembali pada H+7 Lebaran atau pada 3 Juli 2017 mendatang.

“Pada Senin (3/7/17) para pemudik sudah kembali ke Jakarta dan kendaraan pemudik diprediksi tidak akan berpapasan atau bersama dengan mobil-mobil besar tersebut,” katanya.

Imbauan ini disampaikan, agar tidak terjadi kemacetan parah pada saat arus balik lebaran. Hal ini dikarenakan bertambahnya volume kerdararan di jalan dengan bertemunya antara pemudik yang akan kembali ke Jakarta dengan mobil barang dengan berat melebihi 14.000 kilogram, mobil barang lebih dari sumbu tiga atau lebih, dan mobil barang dengan kereta tempelan atau kereta gandengan?.