Kata Jawara Bekasi Deklarasi #2019GantiPresiden Se-Bekasi Hoax!

0
344
Kata Jawara Bekasi Deklarasi #2019GantiPresiden Se-Bekasi Hoax!
Kata Jawara Bekasi Deklarasi #2019GantiPresiden Se-Bekasi Hoax!

Jawara Bekasi alias Damin Sada mengklarifikasi terkait beredarnya rencana deklarasi #2019GantiPresiden yang akan diadakan di Kabupaten Bekasi, pada Minggu, 9 September 2018 mendatang.

Dalam sebuah kolom komentar berisikan postingan acara deklarasi itu akan digelar di Lapangan Mustika Ratu Cibuntu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi.

Damin menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar alias Hoax.

“Ini HOAX !!!!” tulis Damin di akun Facebook miliknya Damin Sada.

Sejauh ini menurut dia belum ada konfirmasi tentang acara deklarasi #2019GantiPresiden dengan hari, tanggal dan tempat tersebut.

“Bahwa acara yg sekiranya akan kita Laksanakan adalah se-Bekasi Raya, bukan hanya Kabupaten Bekasi. *(tempat dan tanggal sedang di konfirmasi oleh Panitia kepada pihak terkait),” jelas dia.

Damin menyatakan saat ini masih tetap fokus untuk mensukseskan Asian Games 2018.

“Sementara ini Kita Fokus Sukses kan Asian Games, insyaAllah setelah itu kita segera selenggarakan Deklarasi #2019gantipresiden se-Bekasi Raya,” kata dia.

Meskipun gerakan tersebut berdasar pada unsur pasal 6 UU No.9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum, namun harus diperhatikan dari berbagai sudut pandang bahwa kegiatan tersebut juga berpotensi memicu penolakan dan konflik. Sehingga lebih bijak dan tepat waktu apabila deklarasi tersebut dilaksanakan pada masa kampanye.

Sebab gerakan #2019GantiPresiden bisa masuk dalam tindakan makar karena secara de facto dan de jure, Presiden RI saat ini adalah Joko Widodo.

Selain itu, meskipun merujuk pada UU Pemilu No.7 Tahun 2017 secara harafiah dan normatif belum bisa disebut kampanye, namun secara substansial kegiatan #2019GantiPresiden sangat jelas mendukung pasangan Prabowo-Sandi. Karena, esensi dari gerakan tersebut merupakan aktivitas kampanye untuk tujuan politik elektoral sebagaimana kita ketahui semua bahwa Pemilu 2019 hanya diikuti dua paslon yakni Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno.

Seharusnya para elit politik bertanggungjawab memberikan edukasi politik dan demokrasi kepada publik agar bisa saling menghormati dan menghargai meski berbeda dalam pilihan.

Tercetusnya gerakan tersebut justru semakin memperuncing perbedaan yang berpotensi memecah belah masyarakat Indonesia. Karena sejatinya demokrasi itu harus memakai aturan yang benar.

Sebelumnya aksi deklarasi #2019GantiPresiden yang dilakukan Neno Warisman di Riau pekan lalu mendapat penolakan. Neno pun dipaksa pulang ke Jakarta setelah terjadi ketegangan di Bandara Riau.

Kemudian deklarasi #2019GantiPresiden pun berakhir ricuh di Surabaya. Bentrok dua kubu ini terjadi di ruas jalan, tepatnya di depan Gedung DPRD Jatim, Minggu (26/8/2018) pagi. Bentrok dua kubu ini terjadi hingga masuk ke pelataran masjid.

Tidak berhenti di situ saja, massa yang akan melakukan aksi #2019GantiPresiden mulai memasuki Masjid Kemayoran, tetap dikejar oleh massa yang menolak kegiatan tersebut. Hingga di dalam masjid dua kelompok berseberangan itu kembali bentrok.