Khotib Idul Fitri Harus Berisi Syiar Pesan Perdamaian

0
378

Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas Islam akan kembali menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal bulan Syawal 1438H. Sidang isbat ini akan digelar pada Sabtu (24/6/17) besok.

Sidang isbat tersebut rencananya akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, bersama Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin dan Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher.

Kemenag akan menetapkan kapan umat muslim Indonesia akan merayakan hari Lebaran.

Sebagaimana isbat awal Ramadhan tahun lalu, proses sidang akan dimulai pukul 17.00 WIB, dan diawali dengan pemaparan dari Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama tentang posisi hilal menjelang awal Syawal 1438H.

Adapun proses sidang isbatnya, dijadwalkan berlangsung selepas salat Magrib setelah adanya laporan hasil rukyatul hilal dari lokasi pemantauan.

MUI menyambut baik rencana penetapan 1 Syawal 1438 H melalui sidang isbat yang akan diselenggarakan pada Sabtu besok.

Ma’ruf berharap sidang isbat tahun ini tidak terjadi perbedaan dalam penetapan 1 Syawal 1438 H. Namun, apabila ada perbedaan, Ma’ruf mengatakan, hendaknya disikapi dengan bijak.

“Apabila terjadi perbedaan di antara warga masyarakat hendaknya disikapi dengan penuh damai, saling menghormati dan menghargai satu dengan lainnya dengan mengedepankan semangat ukhuwah Islamiyah,” katanya melalui keterangan tertulisnya, Kamis (22/6/17).

Selain itu, Ma’ruf juga menyampaikan pesan kepada para Khatib salat ied yang akan menyampaikan dakwahnya lebih kepada pesan perdamaian, persatuan dan kesatuan antar-warga negara.

Hal itu ia katakan, mengingat belakangan ini masyarakat hampir termakan oleh isu-isu yang bersifat provokasi, diantaranya penyebaran berita hoax (palsu), serta banyaknya fitnah-fitnah, dan kebencian yang hampir memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Maka, dengan momentum Hari Raya Idul Fitri ini diharapkan seluruh warga negara bisa saling menghormati dan mempererat tali silaturahmi antar sesama yang dibingkai dalam Bhinneka Tunggal Ika.

Demikianlah makna idul fitri paling relevan bagi tiap individu, masyarakat dan negara. Makna idul fitri itu akan membumi jika kita mau mempersiapkan diri untuk mengembalikan jati diri bangsa yang merdeka, adil dan beradab.

Rasa kemandirian untuk membangun negeri ini sesuai cita-cita luhur parta founding father. Dan mampu mengembalikan amanah refomasi pada relnya.

Selamat Hari Raya Idul Firi 1 Syawal 1438 Hijriah, Mohon Maaf lahir dan Batin.