Kiai Ponpes Al-Falah Ploso Diteror, Satu Orang Diamankan Polisi

0
265
Salah satu pelaku teror di Pondok Pesantren Al-Falah diamankan

Aksi teror terkait keagamaan kerap terjadi belakangan ini, khususnya kasus penganiayaan terhadap ulama, penyerangan tempat ibadah di beberapa daerah oleh orang tak dikenal. Umumnya dari rentetan kasus yang ada didapati adanya gangguan kejiwaan dari pelaku.

Hal tersebut tentu mendatangkan keresahan di masyarakat. Aksi teror kepada pemuka agama dan tempat ibadah kini kembali terjadi di Jawa Timur. Kali ini, menimpa dua pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Kediri, KH Zainuddin Jazuli dan KH Nurul Huda Jazuli yang disatroni oleh orang tak dikenal dengan membawa pisau sambil berteriak dengan kata-kata kotor.

Dari informasi awal pihak pondok putri Al-Falah Ploso Mojo kab Kediri mengungkapkan bahwa pertama ada seorang laki-laki yang mengaku bernama Abdul Aziz dari Situbondo dan 3 orang tak di kenal di kawasan pondok Al Falah ploso.

Sekira Pukul 16.00 WIB orang tersebut diterima oleh Sulhatun, santriwati yang tugas berjaga penerima tamu. Ia mengatkan, Abdul Aziz datang sendirian dengan berjalan kaki dan ingin bertamu kepada Kyai Huda, namun pada saat itu Kyai Huda sedang mengaji dan pelaku dipersilahkan untuk menunggu.

Kemudian sekira Pukul 17.00 WIB, Abdul Aziz di bawa oleh Hana dan Syafi’ (keamanan pondok) ke pos keamanan pondok karena perilakunya mencurigakan. Namun tak lama kemudian ia di lepaskan lalu dibuntuti oleh Hana dan Syafi’. Pelaku langsung menuju kediaman Gus Din dilanjutkan menuju Gus Robet di sana ia dikasih uang saku sebanyak Rp 100.000.

Setelah dari kediaman Gus Robet, Abdul Aziz singgah di warung kopi dekat SPBU Tambibendo dengan berjalan kaki dengan maksud mencari ojek untuk menuju ke kantor Telkom, Akan tetapi setelah mwndapat ojek Abdul Aziz mengatakan minta di antarkan ke terminal baru.

Lalu setelah menaiki ojek tersebut, kendaraan ojek roda dua yang ditumpangi Abdul Aziz mengalami kempes ban. Saat itu pihak ponpes yakni Hana dan Syafi’ masih membuntuti.

Berkat kesigapan petugas keamanan pondok, orang yang diyakini berpura-pura gila itu berhasil diamankan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. petugas keamanan pondok pun langsung melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian.

Berdasarkan keterangan warga setempat dalm sebulan terakhir ini diketahui banyak orang gila yang berkeliaran di sekitar pondok.

Terkait hal peneroran terhadap Kiai Din atau KH Zainuddin Djazuli dan KH Nurul Huda Djazuli, cucu KH Zainuddin Djazuli, Gus Abid Umar mengatakan, kejadian itu tidak benar.

“Memang sempat ada teror ke salah satu keluarga di Pondok Pesantren Ploso, tapi sampai sekarang kita masih mendalami. Bahkan yang dibilang ada tiga tersangka dan satu tersangka sudah ketemu itu juga tidak bisa dipastikan,” papar Gus Abid.

Gus Abid menambahkan, pihak pondok bersama kepolisian memang mengamankan seorang yang mencurigakan, namun orang tersebut bukanlah orang yang disangkakan. Dan tiga orang yang disangkakan belum ada.

“Jadi tiga orang yang disangkakan memang belum ada. Memang ada satu orang diamankan kini masih dalam pendalaman pihak kepolisian. Kami menyerahkan semuanya ke pihak kepolisian,” tambahnya.

Gus Abid juga mengatakan sudah selayaknya pihak ponpes harus tetap waspada. Namun untuk meredam kepanikan yang ada, ia menyampaikan bahwa apa yang disampaikan dalam berita teror dan sebagainya itu tidak benar. Ia pun berharap kepada masyarakat untuk bijak dalam mensharing berita yang belum jelas kebenarannya.

Sementara itu Kapolresta Kediri AKBP Anthon Heryadi ketika dikonfirmasi terkait kejadian tersebut mengatakan, permasalahan ini sedang didalami dan masih melakukan penyelidikan.

“Jadi saya minta semua pihak tenang, kita masih lakukan penyelidikan dan pendalaman. Jadi tolong jangan mudah terpengaruh dengan berita- berita yang sudah tersebar. Insyaallah Kota Kediri masih kondusif,” ujar AKBP Anthon.

Kapolresta menuturkan, pihak kepolisian terus berjaga. Pihaknya juga meminta warga di ponpes juga berjaga dan selalu berkomunikasi dengan pihak kepolisian. Atas kejadian ini Polisi mengimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan jangan mudah terprovokasi oleh berita-berita yang belum tentu kebenarannya.

“Yang pasti memang ada yang kita amankan sekarang satu orang, tapi masih kita dalami, masih kita bidik latar belakangnya dan sebagainya. Dan untuk identitas satu orang yang kita amankan, belum bisa saya sampaikan itu masih proses penyelidikan dan pendalaman,” tegasnya.