KPAI Temukan Ratusan Anak-Anak di Kampanye Terbuka Prabowo

192 Views

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan pengawasan dan koordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait pelaksanaan kampanye terbuka calon presiden Prabowo Subianto di samping GOR Pakan Sari Bogor, Jawa Barat.

Komisioner KPAI Jasra Putra menyebut, adanya pelanggaran kampanye terbuka Prabowo dengan melibatkan anak-anak yang belum memili hak pilih.

Jasra mengatakan, peserta atau tim kampanye membiarkan kehadiran anak-anak tersebut dan tidak ada upaya mengimbau anak-anak agar tidak dalam rombongan kampanye.

“Bahkan anak-anak juga memakai atribut kampanye dan mengibarkan bendera partai juga,” ungkap Jasra Putra dilansir dari inews.id, Jumat (29/3/2019).

Dia menuturkan, KPAI sudah berkoordinasi dengan Bawaslu terkait pelibatan anak dalam kampanye terbuka. Sesuai dengan Pasal 280 ayat 2 huruf k Undang-Undang Pemilu Nomor 7 tahun 2017, dinyatakan bahwa peserta dan atau panitia dilarang melibatkan warga negara yang tidak memiliki hak pilih. Selanjutnya, pada Pasal 493 UU tersebut ditegaskan bahwa peserta dan panitia yang melanggar Pasal 280 ayat 2 diancam pidana 1 tahun kurungan dan denda Rp12 juta.

Jasra mengatakan, KPAI sempat mewawancarai anak-anak yang hadir di acara kampanye terbuka capres 02 saat itu. Sebagian dari mereka mengaku dibawa oleh orang tua ke acara tersebut. Namun, ada juga yang diarahkan oleh lembaga-lembaga yang menaungi anak-anak itu.

“Tentu informasi ini harus didalami oleh penyelenggara pemilu terkait ada upaya mengorganisisasi kehadiran anak di kampanye terbuka,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan, semua pihak harus berpikir dan memperhatikan hak-hak anak yang dilanggar dalam kegiatan kampanye terbuka, termasuk masing-masing capres dan cawapres yang memiliki perspektif perlindungan anak. Kehadiran anak-anak di acara kampanye, kata Jasra, bisa menimbulkan berbagai macam dampak terhadap mereka.

“Daya tahan fisik anak-anak tidak sama dengan orang dewasa. Secara psikis, dengan susanana panas, dan bising, tentu anak tidak layak hadir di sana. Belum lagi anak-anak yang kelelahan, menangis, dan kebingungam dengan suasana yang tidak kondusif,” jelas dia.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *