Kubu Prabowo Tersinggung SBY Sebut Politik Identitas Andi Arief Malah Tuduh Jokowi Praktekan Bipolarisasi

0
95
Kubu Prabowo Tersinggung SBY Sebut Politik Identitas Andi Arief Malah Tuduh Jokowi Praktekan Bipolarisasi
Kubu Prabowo Tersinggung SBY Sebut Politik Identitas Andi Arief Malah Tuduh Jokowi Praktekan Bipolarisasi

Pernyataan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief bahwa politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana sebagai satu dari sekian banyak politikus yang menjadi korban atas upaya bipolarisasi Joko Widodo (Jokowi) justru jauh panggang dari api.

Sikap politik dan semangat Jokowi justru selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa. Hingga saat ini Presiden Jokowi selalu mengumandangkan semangat persatuan tersebut.

Hal ini terlihat pada saat bersilaturahim dengan Panitia dan Pemenang Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Tahun 2018, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, kemarin.

“Saya ingin ini terus disampaikan dan digaungkan kepada masyarakat. Karena banyak kita ini yang tidak ingat, mungkin lupa negara ini memang sangat beragam, berbeda agama, suku, adat, bahasa, daerah, dan tradisi,” kata Jokowi.

Menurutnya, persaudaraan dan persatuan ialah aset terbesar bangsa. Untuk itu, perlu pemahaman yang kuat agar masyarakat bisa mengerti dan meresapi pentingnya hal itu. Jokowi tak ingin perbedaan yang ada di Indonesia disusupi hal-hal negatif. Intoleransi dan ekstremisme tidak boleh sampai tumbuh subur.

“Itu (intoleran dan ekstremisme) merasuk ke mana-mana dan akhirnya masyarakat merasa tidak rukun. Tidak rukun itu sangat berbahaya,” tegas Jokowi.

Tuduhan balik Andi Arief tentang politik identitas dan kemudian dituangkan dalam narasi berbeda seperti Bipolarisasi ini justru mengundang kecurigaan bahwa Andi Arief dan pihak Prabowo seperti hendak menyembunyikan aib upaya bipolarisasi tersebut yang tercipta malah sejak Pilkada DKI Jakarta berlangsung.

Eggi Sudjana justru adalah pelaku utama sekaligus korban politik identitas SARA yang dikonsep oleh kubu Prabowo sejak Pilkada DKI hingga saat ini untuk membenturkan Islam dan nasionalis. Presiden Jokowi justru menyuarakan pesan persatuan dan melarang mengeksploitasi isu agama untuk tujuan tertentu.

Politik Identitas yang dikecam keras oleh SBY tentunya bermakna persis sama dengan istilah bipolarisasi oleh Andi Arief. Ketersinggungan Eggi Sudjana akibat sindiran SBY itu bahkan diluapkan dengan mengeluarkan kata-kata setan. Reaksi Eggi Sudjana tersebut menyadarkan masyarakat siapa pelaku politik identitas atau bipolarisasi menurut Andi Arief sebenarnya.

Seorang Netizen mengecam keras pernyataan Andi Arief melalui cuitan ditwitternya tersebut dan menyuruh Andi Arief dapat mempertanggungjawabkan pernyataan tersebut.

“Pernyataan anda sangat menyesatkan menuduh Jokowi menggunakan Bipolarisasi Politik.Ketika anda mengatakan Jokowi mengakali Parlemen, UU, dan MK apakah anda dapat mempertanggung jawabkan ucapan anda.? Anda jgn asal bunyi,” Sanggah Ir. H. M. F. Abdurahman

Abdurahman justru mengharap Andi Arief dapat memperbaiki jalan pikirannya ketika kenyataan di masyarakat terjadi polarisasi dimana-mana sejak pilpres 2014 berlalu dan ambisi Prabowo Subianto yang terus mengejar kekuasaan tanpa henti dengan menggunakan segala cara.

Seorang netizen lain berharap Andi Arief justru jangan membuat citra Partai Demokrat semakin terpuruk karena pernyataannya tersebut, karena pada kenyataannya pelaku utama polarisasi di masyarakat bukan berasal kubu Jokowi. Apabila Andi Arief tidak sepemahaman dengan pernyataan Eggi Sudjana karena ingin membela SBY, tentunya harus dilakukan dengan cara yang benar. Tidak etis Presiden Jokowi menjadi kambing hitam dari perseteruan Eggi Sudjana dan SBY.