Mahasiswa yang Berhijrah di Jalan Dakwah Pastikan jangan Salah Kamar

Mahasiswa yang Brhijrah di Jalan Dakwah Pastikan jangan Salah Kamar
10 Views

Fenomena berhijrah kini ramai dikalangan kampus. Namun, berhijrah mesti diperhatikan secara benar terutama dalam memilih guru mengaji. Hal itu agar mahasiswa tidak terjerumus dalam paham radikal berkedok agama.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Yayasan Jalin Perdamaian, Yudi Zulfahri, MA saat memberi materi pada Stadium General bertajuk “Dinamika Radikalisme dan Pemurnian Idiologi Pancasila dalam Mencegah Terorisme di Aceh” di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry, Banda Aceh,  Selasa (10/10/2019).

Mahasiswa yang ingin berhijrah di jalan dakwah pastikan jangan salah kamar, cari guru ngaji yang benar sehingga tidak salah kaprah. Tadinya hendak berubah menjadi baik malah jadi aktivis radikal,” katanya.

 Yudi menjelaskan, akar masalah terorisme di Indonesia dalam skema Piramida Terorisme. Menurutnya, semua agama di dunia dan di negara manapun, memiliki kelompok radikal berbahaya. Gelombang radikalisme dunia sejak 1979 hingga saat ini, kata Yudi masih memamakai agama sebagai basis gerakan.

Untuk itu, pria yang pernah terlibat di kamp teroris bukit Jalin, Jantho, Aceh Besar ini mengajak mahasiswa untuk tidak mudah terjebak ajakan gerakan radikal berujung aksi terorisme.

Di Amerika ada kristen dengan sayap kelompok radikalnya, Hindu di India, Budha di Myanmar, dan Islam di Indonesia juga ada kelompok radikalnya. Jadi teroris itu bisa muncul dari semua agama,” ujarnya.

Sementara itu, Mukhlisuddin Ilyas memaparkan secara rinci peta pergerakan terorisme di Aceh, dari tidak ada kepada muncul potensi radikalisme pasca perdamaian.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *