Mardani Ali Sera Takut Bertanggung Jawab Ganti Presiden Inkonstitusional

0
8731
Mardani Ali Sera Takut Bertanggung Jawab Ganti Presiden Inkonstitusional
Mardani Ali Sera Takut Bertanggung Jawab Ganti Presiden Inkonstitusional

Upaya makar yang digerakkan oleh kubu Prabowo-Sandi setelah mengetahui hasil pemilu 2019 ternyata mayoritas rakyat Indonesia tidak berpihak ke paslon no 02 digerakkan secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM). Hal tersebut terlihat dari banyaknya anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang akhirnya terjerat pada kasus makar.

Salah satunya yang saat ini adalah Eggi Sujana yang saat ini sudah ditahan oleh pihak kepolisian. Isi pidato Eggi Sujana yang menyerukan gerakan makar people power untuk mengganti presiden Jokowi sebelum 20 Oktober 2019 menjadikan dirinya tersangka.

Upaya makar itu pun diperkuat oleh kawan koalisi sendiri Partai Demokrat Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan bahwa ucapan Eggi mengenai people power dan akan mempercepat Prabowo dilantik sebelum Oktober dapat diartikan sebagai upaya penggulingan kekuasaan yang ada.

Upaya makar people power ini pun diperkuat dengan kegiatan agitas berupa banyaknya beredar ujaran kebencian dan hoax yang dilancarkan oleh kubu Prabowo-Sandi. Salah satunya yang kemudian menjadi tersangka adalah juru bicara BPN Haikal Hasan.

Sebelumnya, Haikal Hasan dilaporkan oleh salah satu caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dapil Jawa Timur 11 Achmad Firdaws Mainuri. Haikal dilaporkan atas dugaan tindak pidana penyebaran informasi hoaks melalui media elektronik dan Kejahatan Penghapusan Diskriminasi SARA.

Laporan tersebut teregister dengan nomor laporan polisi LP/B/0447/V/2019/Bareskrim ter tanggal 9 Mei 2019.

Anggota timses BPN Prabowo-Sandi lainnya adalah Lieus Sungkharisma dan kawan dekat Prabowo, Kivlan Zen juga telah dipanggil pihak kepolisian sebagai saksi gerakan makar penggulingan pemerintahan yang sah.

Dua nama ini sepaket dilaporkan oleh dua orang yang berbeda. Lies dilaporkan orang bernama Eman Soleman. Sedangkan Kivlan dilaporkan seseorang bernama Jalaludin. Kedua laporan tersebut, ada di Bareskrim Polri, pada Selasa (7/5). Sangkaannya sama seperti Eggi Sudjana, yakni: melakukan makar. Namun, dengan satu tuduhan tambahan, menyebar kabar bohong atau hoaks.

Sementara Permadi sebagai kader Partai Gerindra juga telah dilaporkan oleh Stefanus Asat Gusma kader partai PDI Perjuangan ke Polda Metro Jaya, dengan tuduhan melakukan aksi kebencian dan diskriminasi terhadap etnis tertentu. Permadi juga dituduh menyebarkan permusuhan, serta ajakan provokasi untuk melakukan makar.

Fakta bahwa tidak sedikit tokoh BPN yang kemudian menjadi tersangka menjadi bukti bahwa gerakan makar yang dipoles dengan nama People Power kemudian dipoles lagi menjadi “Aksi kedaulatan rakyat” semata-mata tipu daya pihak kubu Prabowo-Sandi untuk menghantamkan masyarakat yang telah diracuni dengan agitasi dan provokasi sejak lama dengan pemerintah.

Namun beruntung masyarakat Indonesia jauh lebih dewasa dibanding para elit BPN Prabowo-Sandi tersebut, sehingga sambutan terhadap seruan People Power yang diinisiasi Ketua Pembinan BPN Amien Rais tidak bersambut.

Seruan gerakan People Power justru menjadi bumerang bagi kubu Prabowo-Sandi karena mendapat penolakan keras dimana-mana termasuk dari kawan koalisi sendiri terutama Partai Demokrat. Karena tekanan protes masyarakat dan maraknya aksi penolakan istilah people power kemudian diperhalus oleh penggagasnya sendiri Amien Rais menjadi ‘Aksi kedaulatan rakyat’.

Namun apapun polesan dan gimmik tokoh provokator nasional Amien Rais ini, masyarakat tampaknya sudah tak percaya lagi pada orang tua yang masih bernafsu untuk dapat tetap duduk di lingkar kekuasaan pemerintahan di Indonesia. Amien Rais semakin terpuruk ketika kawan-kawan koalisinya seperti Eggi Sujana, Kivlan Zen, Haikal Hasan melakukan blunder besar dengan menampakkan secara nyata gerakan makar mereka melalui orasi.

Penggagas #2019GantiPresiden pun kini cuci tangan agar tindakan Ganti Presiden sebelum waktunya itu tidak menimpa dirinya. Mardani Ali Sera jauh hari telah menghindar untuk bertanggung jawab terhadap kampanye #2019GantiPresiden nya dengan mengharamkan tagar tersebut untuk dipakai lagi semenjak hari tenang kampanye pemilu 2019 diterapkan.