Memalukan! 12 Atlet PON Jabar Terbukti Doping

0
267
Obor PON Jabar

radarkontra.com| Setelah melalui pemeriksaan di National Dope Testing Laboratory di New Delhi, India, sebanyak 12 sampel urine atlet peserta Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat 2016 diindikasi mengandung zat doping.

Ke-12 atlet dengan sampel urine positif doping itu tampil di cabang berkuda, menembak, serta angkat besi dan binaraga. Jumlah kasus kali ini meningkat dibandingkan dengan temuan PON Riau 2012.

Hasil tersebut sudah diserahkan kepada para pihak yang berkepentingan, yaitu Kementerian Pemuda dan Olahraga, Ketua Panitia Besar PON Jabar 2016, dan Ketua Umum KONI.

Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewa Broto mengatakan, ada sejumlah atlet PON Jabar 2016 yang tersangkut kasus doping.

“Informasi itu betul. Jumlah atlet yang tersangkut kasus doping meningkat daripada jumlah atlet di PON Riau 2012,” katanya.

Gatot mengatakan, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi juga sudah mengetahui temuan terkait kasus doping itu. Konfirmasi mengenai hasil laporan itu juga dikatakan Ahmad Heryawan, Ketua Umum PB PON Jabar 2016, yang juga Gubernur Jawa Barat.

“Secara pribadi saya sudah mengetahui hasil laboratoriumnya. Saya sudah menerima laporan dari Sub-Bidang Kesehatan PB PON,” kata Ahmad di Bandung, Jawa Barat, kemarin.

Walaupun demikian, Ahmad menilai jumlah atlet yang terbukti positif doping relatif kecil dibandingkan dengan total jumlah medali emas yang diperebutkan, sebanyak 765 medali.

“Pelanggarannya relatif kecil karena jumlahnya bisa dihitung dengan jari atau masih dalam batas kewajaran,” kata pria yang kerap disapa Aher itu.

“Itu bisa dilihat dari sampel urine yang diperiksa, hasil yang positif doping jauh di bawah 50 persen. Jangankan di PON, dalam ajang Olimpiade saja juga terjadi pelanggaran penggunaan doping.”

Dibandingkan dengan temuan pada PON sebelumnya, jumlah temuan kali ini merupakan temuan terbanyak, yaitu 12 sampel urine yang terindikasi positif.

Pada PON Kalimantan Timur 2008 terdapat lima sampel yang positif mengandung zat doping. Sementara pada PON Riau 2012 terdapat delapan sampel urine yang positif mengandung zat doping.

“Meningkat dalam arti yang tidak baik,” ujar Gatot. (KP)