Menteri Puan Meninjau Langsung Warga Asmat Pasca KLB Campak Dicabut

84 Views

Radarkontra – Pemerintah terus melakukan monitoring pasca dicabutnya KLB di Kabupaten Asmat, Papua. Pemerintah Kabupaten Asmat mencabut status itu sejak 5 Februari 2018 dengan alasan wabah telah teratasi setelah belasan ribu anak divaksinasi.

Kamis, 22 Februari 2018 kemarin Rombongan Menteri Kabinet Kerja, yang dipimpin Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, mengunjungi Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua.

Puan mengatakan kunjungan ini bagian dari pembinaan dan peninjauan terhadap warga setempat setelah status kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk dan campak dicabut. Agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Turut mendampingi Puan diantaranya Menteri Sosial Idrus Marham, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi, serta Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Puan mengklaim sekitar 90 persen program yang diberikan pemerintahan pusat sejak adanya KLB gizi buruk dan campak di Asmat sudah disalurkan. “Saat ini, bantuan langsung didistribusikan ke pemerintah kabupaten, tidak lagi melalui pemerintah provinsi,” katanya.

Puan menjelaskan dari 80 orang yang terjangkit campak dan gizi buruk kini tinggal dua orang. “Dokter mengatakan, dari 80 orang anak terjangkit campak dan gizi buruk yang dirawat, sekarang tinggal dua,” ucapnya.

Selain itu Puan juga memantau jalannya percepatan pembangunan infrastruktur dasar kesehatan berupa infrastruktur air bersih (pompa air) dan sanitasi, juga kesiapan rumah sakit dalam beroperasi.

Ia menuturkan bahwa Kementerian dan lembaga terkait akan terus memberikan pendampingan kepada masyarakat Asmat. Pada bulan ini saja lanjut Puan mengatakan, Kementerian Kesehatan akan mengirim Tim Nusantara Sehat, yang akan menyisir distrik-distrik lain selain Agats.

Adapun bantuan yang telah disalurkan ke Kabupaten Asmat adalah bantuan pangan yang jumlahnya mencapai 50 ton dan disalurkan ke 10 distrik.

Ada pula bantuan dari Kementerian Sosial yang disalurkan mencapai Rp27 miliar. Bantuan di bidang pendidikan berupa dana pembangunan sekolah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yakni tiga unit ruang kelas baru untuk SMA Swasta YPPGI Roesler Agats, rehabilitasi satu kelas untuk SMA Negeri 1 ATSY, dan satu paket peralatan pendidikan untuk SMAN 1 Agats. Telah dilakukan pula pengukuhan kampung siaga bencana.

Penanganan program jangka menengah dan panjang dari kementerian dan lembaga akan dilakukan secara terpadu. Bukan hanya untuk Asmat, namun penanganan program ini akan diterapkan di kawasan Papua yang rawan gizi buruk. Bentuk penanganan berupa percepatan pembangunan aspek kesehatan, pemberdayaan pola hidup sehat, serta pembangunan infrastruktur berupa penyediaan air bersih dan penataan permukiman sehat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Asmat dilanda gizi buruk dan campak sejak akhir Januari hingga pertengahan Februari 2018. Sebanyak 72 anak meninggal akibat gizi buruk dan campak. Presiden Joko Widodo menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) untuk Asmat.

TNI bersama instansi pemerintahan terkait mengirim Satuan Tugas Kesehatan (Satgaskes) untuk memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat di 224 kampung di Asmat. Sekitar 600 orang anak yang terkena campak sudah ditangani. Sedangkan sekitar 17 ribu anak lain telah divaksinasi.

Hingga kini, tim Satgaskes TNI gabungan masih beroperasi. Sepanjang tahun ini, mereka akan mengawasi dan memberikan pendampingan untuk masyarakat setempat agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *