Miliki Kekayaan Lebih Rp. 52 Miliar Cagub Malut AHM Ditetapkan Tersangka Korupsi Oleh KPK

0
100

Radarkontra – Calon gubernur Maluku Utara Ahmad Hidayat Mus (AHM) sejak bulan Maret 2018 bersama Ketua DPRD Kepulauan Sula ZM telah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Mereka berdua ditetapkan sebagai tersangka korupsi pembebasan lahan Bandara Bobong, Kabupaten Sula tahun anggaran 2009.

AHM ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai Bupati Kepulauan Sula periode 2005-2010, sementara ZM selaku Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Sula periode 2009-2014.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dengan menetapkan dua orang sebagai tersangka yaitu HAM Bupati Kepulauan Sula periode 2005-2010, dan kedua ZM ketua DPRD Kabupaten Sula periode 2009-2014,” jelas Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (16/3) lalu.

Saut mengatakan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Bandara Bobong ini merupakan supervisi dari Polda Maluku Utara. Menurutnya, proses penyelidikan sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu dan tak berkaitan dengan gelaran pilkada serentak 2018.

Saut menyebut pihaknya menduga Ahmad dan ZM telah menguntungkan diri sendiri atau orang lain, atau korporasi terkait dengan pembebasan lahan Bandara Bobong Kabupaten Kepulauan Sula yang menggunakan APBD tahun anggaran 2009.

Ahmad dan ZM diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP .

AHM disebut memiliki kekayaan Rp 52 miliar pada 2018. Dari situs Pantau Pilkada KPK, Ahmad mencatatkan total kekayaan harta Rp 52.241.112.194 pada 8 Januari 2018.

Sedangkan, dari laman situs LHKPN, Ahmad terakhir kali melaporkan kekayaan pada 19 April 2013 sebagai Gubernur Maluku Utara 2013-2018. Ahmad memiliki tanah dan bangunan senilai Rp 21.500.227.500 yang tersebar di Manado, Bogor, Jakarta Selatan, Bandung, Minahasa Utara, hingga Kepulauan Sula.

Pada 2013, dia juga memiliki alat transportasi senilai Rp 4.525.000.000. Ahmad punya 11 mobil aneka merek, yaitu Land Cruiser, Alphard, Mercedes Benz, Harrier, Range Rover, BMW, CR-V, dan Hammer. Ahmad juga punya speedboat senilai Rp 175.000.000.

Ahmad memiliki logam mulia senilai Rp 220 juta dan Rp 350 juta. Ada pula surat berharga senilai Rp 349 juta dan giro Rp 9.236.483.907. Ahmad punya utang dalam bentuk kartu kredit senilai Rp 187.746.059.

Totalnya, Ahmad punya harta Rp 35.212.963.348 dan USD 110.000. Dengan nilai USD yang dikonversi, Ahmad memiliki harta Rp 36.725.269.635.

Dalam perkembangannya karena AHM belum diperiksa dan ditahan oleh KPK dirinya masih bebas untuk berkampanye dalam kapasitasnya sebagai Calon Gubernur Maluku Utara Bersanding dengan Rivai Umar dengan dukungan dari Partai Golkar dan PPP/

AHM dengan kepercayaan diri penuh dan tanpa mengenal malu malah mengakui, dirinya lebih memilih kampanye dan kampanye daripada memikirkan status tersangka dirinya.

Dia mengatakan banyak janji-janjinya yang akan diwujudkan, sehingga lebih berkonsentrasi melakukan kampanye di sejumlah zona kabupaten dan kota di Malut.

Janji-janji tersebut tentu tidak dapat lagi dipercaya seiring status dirinya yang telah menjadi tersangka oleh lembaga KPK yang tak mengenal SP3 dalam setiap pengungkapan kasus korupsi.

Masyarakat Maluku Utara tentu secara bijak pada tanggal 27 Juni mendatang tidak akan memilih cagub yang terlibat kasus korupsi yang telah merugikan keuangan negara dan daerah mereka sendiri.