Moeldoko Sebut Kasus Pria Ancam Penggal Kepala Jokowi Jadi Pelajaran Masyarakat

4 Views

Kepala Staf Presiden Moeldoko menegaskan, bahwa Pemerintah tidak main-main dalam kasus Hermawan Susanto (27) yang mengancam memenggal kepala Jokowi.

Menurutnya, Presiden sebagai simbol negara tidak seharusnya dihina apalagi diancam dibunuh.

“Janganlah memperlakukan seorang presiden, simbol negara ini semena-mena. Sembarangan seperti itu,” tegas Moeldoko kepada wartawan di Kantor Staf Kepresidenan, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019).

Fenomena yang berkembang belakangan ini, lanjut Moeldoko mengatakan ketika seseorang melakukan perbuatan yang melanggar hukum, kemudian setelah ditindak polisi, lalu meminta maaf. Karenanya, Moeldoko menyatakan tidak akan ada maaf dalam kasus Hermawan Susanto melainkan proses hukum agar ada efek jera ke depan bagi siapapun.

Untuk itu Moeldoko meminta agar Polri menindak tegas para pengancam Presiden.

“Seenaknya berbuat sesuatu setelah polisi melakukan tindakan minta maaf. Ini apa yang begini nih. Saya sudah sampaikan ke Kapolri jangan lagi ada maaf. Tindak saja. Itu nanti diberi maaf makin nggak tertib negara ini,” ujarnya.

“Ada tata kramanya, ada hukumnya, ada aturan-aturannya. Kalau ini dibiarkan nanti negara ini menjadi chaos, negara ini menjadi anarkis, negara ini menjadi tidak tertib. Negara ini harus tetap tertib, nggak boleh sembarangan,” tambahnya menegaskan.

Diberitakan sebelumnya, Polisi menjerat Hermawan Susanto (27) dengan pasal makar di KUHP dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana mati atau seumur hidup, atau pidana paling lama 20 tahun.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *