NasDem: Prabowo Berhak Marah kalau Membiayai Reuni 212

0
52
NasDem: Prabowo Berhak Marah kalau Membiayai Reuni 212
NasDem: Prabowo Berhak Marah kalau Membiayai Reuni 212

Wakil Direktur Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Lukman Edy menyebuti pemberitaan Reuni Aksi 212 di media mainstream sesuai fakta sebenarnya.

“Media cetak dan elektronik menurut saya punya tanggungjawab untuk menyampaikan apa adanya,” ujarnya di Pokso Jokowi-Ma’ruf Amin, Jl. Cemara 19, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (6/12).

Lukman menilai, jika Prabowo menyatakan bahwa terdapat framing negatif dalam pemberitan Reuni 212, itu merupakan pendapatnya.

Justru politikus PKB ini menduga, kemarahan yang ditunjukkan Prabowo perlahan menunjukkan karakternya yang ingin mendikte dan meframing media seperti era orde baru.

“Kalau kemudian objektivitas media dianggap sebagai pihak yang negatif terhadap gerakan 212 dan negatif terhadap Pak Prabowo yang berada di belakangnya. Itu kan bagian subjektivitas dari Pak Prabowo sendiri,” ucapnya.

Karena itu ia mengingatkan Prabowo untuk menghormati kebebasan pers sebab media tidak bisa didikte.

Senada dengan Lukman, Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago menilai tidak ada hal substansial di dalam Reuni Aksi 212 yang digelar di Monas, Jakarta, Minggu (2/12).

Menurutnya nya, aksi Reuni 212 berbeda dengan kampanye yang memiliki substansi untuk diberitakan.

“Kalau cuma reunian kan tidak ada yang substansial untuk diberitakan. Jadi menurut saya wajar kalau ada yang tidak diberitakan,” ujar Irma, Kamis (6/12).

Irma justru mempertanyakan alasan Prabowo marah. Padahal menurutnya Prabowo hanya diundang hadir dalam acara tersebut. Lain hal lanjut dia, Prabowo berhak marah jika membiayai semua keperluan acara tersebut.

“Undangan (tamu) kan tidak rugi apa-apa, cuma datang dan tidak keluar biaya. Kecuali undangan yang membiayai semua, wajar marah,” kata dia.

Irma menegaskan, sikap kemarahan Prabowo justru menunjukkan bahwa Reuni 212 bermuatan politis.