Natuna jadi Tempat Obeservasi 238 WNI dari Wuhan

491 Views

Batam – Rio Winandi, warga Pulau Ranai, Natuna, mengaku agak ‘ngeri’ dengan penempatan 250 WNI di Pulau Ranai.

Dia menceritakan bahwa banyak warga Ranai yang melakukan unjuk rasa, sejak pagi hingga siang (1 Februari).

“Secara hati nurani dan kemanusiaan, kasihan juga, mereka (WNI dari Hubei) juga belum tahu terinfeksi atau tidak,” kata Rio seperto dikutip BBC Indonesia.

“Tapi kenapa harus Natuna? Kenapa kasus sebesar ini justru ditaruh di tempat dengan fasilitas kesehatan yang minim. Padahal alat kesehatan sendiri di sini sulit, harus dirujuk ke Batam, ke Jakarta. Listrik saja sering mati. Bagaimana kalau ada apa-apa?” kata dia.

Rio berencana untuk tidak keluar rumah setelah WNI dari Wuhan datang ke Ranai. Dia juga berencana untuk meliburkan putrinya yang bersekolah di dekat Landasan udara.

“Pemerintah menyiapkan fasilitas untuk 250 orang. Tapi bagaimana jika masyarakat tertular, apakah sudah siap dengan efeknya?” kata dia.

“Agak ngeri juga sebenarnya, tapi mau gimana lagi”

Menkes Terawan menegaskan bahwa ker-250 WNI itu adalah yang sehat.

“Nanti akan kita lakukan namanya adalah transit observasi sesuai protokol WHO dan tentu saja itu membutuhkan kedisiplinan. Protokol transit observasi mengobservasi orang yang sehat, bukan orang yang sakit,” tegasnya.

Panglima TNI menyatakan pemerintah memilih Natuna sebagai lokasi transit observasi “sementara sampai dengan dinyatakan bebas bisa bertemu dengan keluarga.”

“Kita memiliki tempat isolasi yang jauh dari penduduk. Dan yang terbaik dan terpilih adalah wilayah Natuna,” kata dia.

Dia memaparkan bahwa Natuna adalah pangkalan militer yang memiliki fasilitas rumah sakit yang dikelola oleh tiga angkatan.

Natuna, tambahnya, juga memiliki landasan pacu yang berdekatan dengan wilayah yang nanti digunakan untuk isolasi.

“Sehingga nanti saudara-saudara kita yang datang langsung turun dari pesawat tempat penampungan mereka dan mampu menampung sampai dengan 300.

“Sedangkan jarak dari hangar itu sendiri sampai ke tempat penduduk kurang lebih mungkin antara lima sampai enam kilo. Sehingga dari hasil itu memenuhi syarat untuk protokol kesehatan.

Pemerintah Indonesia diketahui menyewa pesawat Batik Air milik Lion air Group untuk mengevakuasi seluruh WNI dari Provinsi Hubei, China, termasuk Kota Wuhan, yang menjadi pusat penyebaran virus corona.

Pemulangan 200-an WNI tersebut dibenarkan oleh Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro.

Kepada BBC News Indonesia, Danang menjelaskan bahwa pesawat “misi kemanusiaan” tersebut akan bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pada Sabtu (01/02) siang WIB.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *