Ngawurnya Prabowo “Pesimistis” Subianto Bicara Perubahan Iklim

0
427
Ngawurnya Prabowo “Pesimistis” Subianto Bicara Perubahan Iklim

Lagi-lagi pesimistis. Begitulah sifat calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. Ia menyinggung soal perubahan iklim di dunia yang bisa menenggelamkan sebagian wilayah Indonesia bila pemerintah tidak melakukan sesuatu.

Pakar Geologi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Amin Widodo mengungkapkan, dirinya belum pernah mendengar laporan yang disampaikan Prabowo. Namun, soal adanya perubahan iklim ekstrem, memang bisa terjadi.

“Saya belum pernah dengar. Tapi memang begini. Sepengetahuan saya memang di beberapa tahun ini ada perubahan iklim. Jadi sudah ada tanda-tanda perubahan iklim dan suhu (bumi) naik. Karena suhu naik maka itu bisa menimbulkan cuaca menjadi ekstrem,” kata Amin, Jumat (12/4/2019).

“Jadi misalnya hujan menjadi ekstrem, panas menjadi ekstrem, dingin menjadi ekstrem, angin menjadi ekstrem jadi lebih cepat. Terus ombak menjadi ekstrem. itu adalah tanda-tanda peningkatan suhu tadi,” tambahnya.

Amin juga menambahkan, saat ini permukaan air laut telah naik sekitar 1,5 meter. Untuk kenaikan 5 meter akan terjadi pada 2100 mendatang.

“Nah, itu salah satunya kalau nanti suhu sekarang itu sudah diperkirakan naik 1,5 derajat. Nah kalau sudah naik 2 derajat, es bisa meleleh. Bisa menyebabkan air laut naik. Tapi misalnya 5 meter, ya itu baru (tenggelam) sekitar tahun 2100,” jelas Amin.

Namun demikian, keadaan itu akan terjadi bila manusia tidak melakukan sesuatu untuk mencegahnya, seperti mengurangi karbondioksida dengan penanaman pohon dan mengganti bahan bakar migas.

“Jadi kalau kita tidak melakukan sesuatu dari para ahli kita melakukan segera melakukan penurunan karbon tadi ini akan terjadi kenaikan air laut sehingga bisa menimbulkan tadi banyak pulau yang tenggelam. Itu diperkirakan di 2100. (Itu) kalau naiknya tiap hari hanya nambah 0,33 centimeter pertahun,” paparnya.

Selain itu, masalah lingkungan ini merupakan masalah bersama, tidak hanya Indonesia. Sehingga perlu dilakukan kebijakan oleh seluruh negara di dunia.

“Ini kebijakan global jadi tidak bisa jadi tidak hanya pemerintah saja. Tapi memang Indonesia itu pokok memang nomor satu yang harus dilakukan itu penghutanan kembali atau menanam pohon sebanyak-banyaknya,” beber Amin.

“Tapi orang sudah mulai berubah kan semua sudah pakai elektrik semua. Itu mobil-mobil semua sudah elektrik sampai di Norwegia itu sudah nggak ada butuh migas lagi. Jadi harus demikian,” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam menyampaikan pidato kebangsaannya, Prabowo juga menyinggung soal permasalahan lingkungan yang kini dihadapi Indonesia.

“Kita juga menghadapi tantangan cuaca iklim Ini tantangan yang sangat mendesak, tapi elite di Jakarta tidak berpikir ke situ kalau kita lihat di peta ini yang berasal dari Center for Remote Sensing of Ice Sheet,” kata Prabowo di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/4/2019).