PA 212: Polisi Tidak Sopan Kepada Tokoh Kami, Amien Rais Malah Puji Polisi

0
63
PA 212: Polisi Tidak Sopan Kepada Tokoh Kami, Amien Rais Malah Puji Polisi
PA 212: Polisi Tidak Sopan Kepada Tokoh Kami, Amien Rais Malah Puji Polisi

Propaganda negatif kembali diungkapkan oleh pihak Persaudaraan Alumni (PA) 212 saat pemeriksaan Amien Rais Di Polda Metro Jaya sebagai saksi atas hoax Ratna Sarumpaet.

Rabu Kemarin (10/10) Wakil Ketua PA 212, Ustadz Asep Sarupudin secara bersemangat mengorasikan bahwa pemanggilan terhadap Amien Rais merupakan suatu kekeliruan dan bentuk perlakuan tidak sopan pihak kepolisian terhadap tokoh bangsa tersebut.

“Jangankan jadi tersangka, Pak Amien Rais dipanggil saja itu suatu kekeliruan. Polisi tidak sopan terhadap tokoh kami,” ujar Wakil Ketua PA 212, Ustadz Asep Sarupudin saat orasi melalui pengeras suara seperti diamplifikasi oleh portal pendukung oposisi RMOL.

Namun kenyataan sesungguhnya sangat kontras dengan pernyataan Asep tersebut, segera setelah pemeriksaan Amien Rais malah memuji-muji sikap profesional kepolisian dalam melakukan penyidikan terhadap dirinya.

Menurut Amien Rais, para penyidik Polda Metro Jaya memperlakukan dirinya secara layak dan pemeriksaan berlangsung akrab.

“Saya merasa dihormati dimuliakan oleh para penyidik. Jadi betul-betul suasananya akrab,” ujar Amien seusai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Amien Rais menambahkan bahkan menyebut para penyidik dalam mengajukan pertanyaan tidak menjebak.

“Demikian smooth dan bagus. Pertanyaannya itu nggak muter muter apalagi menjebak. Terima kasih sekali,” ungkap Amien.

Dalam pemeriksaan ini, Amien didampingi oleh anaknya Tasniem Fauzia Rais, Hanafi Rais, pengacara Eggi Sudjana, serta Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif. Di tengah pemeriksaan, Amien mengaku mendapat suguhan gudeg dan ayam kampung.

“Siang tadi makan gudeg, ayam kampung,” ungkap Amien.

Dalam kesempatan itu Amien diminta menambah menu makan siang berupa nasi timbel.

“Namun terlalu banyak (kalau ditambah nasi timbel), tidak bagus ya. Jadi itu saja,” jelas Amien.

Amien menjalani pemeriksaan selama enam jam sejak pukul 10.10 dan keluar pada 14.10 WIB.

Ia mengaku dalam pemeriksaan tersebut ditanya 30 pertanyaan oleh penyidik.

“Jumlah pertanyaan 30 persis,” ujar Amien.

Namun Amien tidak merinci pertanyaan dari penyidik.

“Bagus sekali, tanya penyidik saja,” tutur Amien.

Di tengah penyidikan, Amien Rais juga sempat menjalani tes tekanan darah.

Mantan Ketua MPR itu mengaku meminta dokter polisi untuk memeriksa tensi darahnya.

“Setelah makan ada dokter Polri lewat. Tensi saya 120/80,” ujar Amien Rais.

Dalam kondisi seperti itu Amien menyebut dirinya bisa menyantap makanan kesukaannya.

“Jadi sehat wal afiat boleh makan tongseng dan sate,” jelas Amien.