Pancasila Senafas dengan Ajaran Agama

94 Views

NKRI bersyariah belakangan digencarkan oleh kelompok rardikal diantaranya PA 212. Kemudian hal itu menjadi rekomendasi yang diusulkan dlaam Ijtima Ulama IV.

Namun wacana Negara Kesatuan Repuklik Indonesia (NKRI) Syariah mendapat tekanan dari masyakarat dan juga pemerintah hingga akhirnya wacana tersebut direvisi seperti disampaikan Haikal Hassan.

Terkait wacana itu Ulama muda Nahdlatul Ulama asal Situbondo, Jawa Timur, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, mengingatkan hakikat sila pertama dari Pancasila bagi yang mengusulkan wacana mengenai NKRI syariah.

“Kalau gaung itu muncul dari kelompok lama dengan pola pikir radikalismenya saya pikir itu adalah sesuatu yang bisa ditebak ke arah mana. Tetapi kalau kemudian yang dimaksud NKRI bersyariah adalah bisa bersinergi dengan ajaran agama, itu yang diperjuangkan ulama kita sejak dulu,” katanya dilansir dari Antara.

Kiai Azaim menjelaskan bahwa yang dimaksud bersinergi dengan ajaran agama itu adalah bagaimana sila pertama dari Pancasila bisa menjiwai setiap sila atau sila-sila lainnya. Hal itu juga bisa dimaknai senafas dengan Firman Allah “Qulhuwallahu ahad” yang artinya, “Katakan bahwa Tuhan itu satu”.

Ketika ditemui pada pengajian rutin bulanan di Kantor Ikatan Santri Alumni Salafiyah Syafiiyah (IKSASS) Bondowoso, Jawa Timur, Rabu (14/8), malam Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Kabupaten Situbondo, itu kemudian mengingatkan semua umat untuk tidak terjebak dengan istilah yang hanya formalitas.

“Itu di Tahun 1980-an dunia pesantren sudah bisa menerima Pancasila sebagai falsafah negara. Tinggal berjuang bagaimana memaknainya dalam aplikasi atau praktik dalam bentuk kesejahteraan serta keadilan sosial, hukum dan lainnya,” kata ulama kharismatik yang juga cucu Pahlawan Nasional KHR As’ad Syamsul Arifin ini.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *