Panik! Prabowo Rangkul PKI untuk Dapat Suara Tambahan Kelompok Ekstrimis

0
5664

Segala cara apapun akan ditempuh Tim Paslon nomor 02, PRabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk dapat menang pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Termasuk dengan merangkul PKI.

Sebelumnya, Adik kandung Prabowo Subianto, Hasim Djojohadikusumo mengatakan menerima seluruh dukungan untuk sang kaka di Pilpres 2019. Ia menerima segala bentuk dukungan termasuk dari cucu simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI). Hasim juga menyebut FPI, HTI dan PKS adalah ekstrimis yang sudah dijinakkan.

“Kami akan terima dukungan dari mana pun kecuali iblis, kecuali setan yang lain kami terima, Prabowo terima. Bahkan anak dan cucu (anggota) PKI pun, cicit PKI, kami akan terima dukungannya,” kata Hashim beberapa waktu yang lalu.

Pernyataan Hasim justru membuka kedok semuanya. Bahwa semua itu hanyalah strategi pragmatis yang tujuannya memenangkan Prabowo.

Dengan pernyataan ini mata publik akan semakin terbuka bahwa jualan agama, jualan nasionalisme, jualan anti asing-aseng dan jualan PKI adalah semata mata langkah pragmatisme untuk pilpres saja.

“Logika seperti ini dikenal sebagai strategi catch-all, mengakomodasi kepentingan semua kelompok asal mau memberi tambahan dukungan elektoral. Ini artinya, kubu Prabowo akan menerima dukungan semua segmen, mulai dari HTI, FPI, koruptor, kriminal, preman sampai dengan mafia asal mereka mendukung Prabowo-Sandi,” kata Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (28/1/2019).

Ace mengatakan sikap pragmatisme politik adik Prabowo itu tidak konsisten. Ia mengatakan akan membicarakan akomodasi untuk HTI ketika bertemu ormas anti-NKRI itu, padahal di depan publik menegaskan Prabowo sebagai pembela NKRI.

“Jika ketemu dengan mafia akan bicara kepentingan membela mafia. Ketika ketemu buruh akan bicara kepentingan buruh tapi saat ketemu konglomerat juga mengaku akan berjuang untuk kepentingan mereka. Walaupun kepentingan yang ada saling bertentangan,” ujarnya.

Sikap pragmatis Partai Gerindra yang penuh paradoks, semata-mata hanya mengejar kekuasaan sehingga akan merangkul seluruh kaum radikal, militan dan extrimis sekalipun untuk meraup suara.

Gerindra semakin panik setelah menyadari dukungan ekstrimis kanan tidak mengangkat elektabilitas Prabowo-Sandi menuju Pilpres 2019, sehingga kini merangkul ekstrimis kiri untuk mendapatkan suara tambahan.

Apalagi sebelumnya, Hasim yang adalah pengusaha bidang energi dan kehutanan yang berdomisili di London, Inggris, ini adalah dalang dan Prabowo Subijanto hanya wayangnya.

Hal ini diakui langsung Ketua Umum Gerindra Prabowo Subiyanto saat memperkenalkan Hasim yang pernah terjerat kasus penyelundupan arca Kraton Solo dalam kampanye rapat umum di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2009).

“Dia (Hasim) adalah otak di belakang Gerindra. Saya hanyalah wayang untuk mengabdi kepada saudara-saudara!” seru Prabowo.