Pasukan Kesehatan TNI dan Polri Bergerak Cepat ke Lokasi Gempa Lombok

0
150

Radarkontra – Pemerintah merespon cepat peristiwa gempa berkekuatan 7,0 skala Richter (SR) di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terjadi pada Minggu (5/8/2018) petang dengan melakukan penanganan cepat tanggap bencana.

Adapun langkah pemerintah Presiden Joko Widodo yakni dengan cara mengirimkan 83 personel dari Batalyon Kesehatan 2/Yudha Bhakti Husada (Yonkes 2/Kostrad) untuk misi kemanusiaan. Kemudian 100 personil dari Korps Marinir untuk menanggulangi bencana.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bahkan memberangkatkan kapal rumah sakit KRI dr. Soeharso (990) ke Lombok, pasca terjadi gempa di wilayah tersebut.

Seluruh pasukan batalion kesehatan tersebut diberangkatkan menggunakan pesawat angkut Hercules C-130 TNI Angkatan Udara.

“Mereka membawa seluruh perlengkapan yang dibutuhkan seperti tenda lapangan, dapur lapangan dan lainnya,” kata Hadi dalam keterangannya, Jakarta, Senin (6/8).

Sementara itu Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen MS Fadhilah dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa Yonkes 2/Kostrad turut membawa perlengkapan kesehatan seperti modul bedah dan modul farmasi. Mereka juga mambawa tenda, genset, hingga kendaraan.

“Bantuan kekuatan lain sedang dalam proses penyiapan baik melalui Bandara TNI AU Halim maupun Pangkalan TNI AL Surabaya,” ungkap Fadhilah, Senin (6/8/18).

Tak hanya TNI, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) juga bertindak cepat dengan mengirimkan 4 satuan setingkat kompi (SSK) atau sebanyak 400 orang untuk misi kemanusiaan.

“Hari ini berangkat Korbrimob Polri 2 SSK, 2 SSK dari Polda Jawa Timur dan tambahan 1 helikopter ke lokasi gempa,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol M Iqbal Senin (6/8/2018).

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini mengungkapkan nantinya mereka akan dibagi ke beberapa tempat. Ada yang ke Lombok Utara, ada juga ke Lombok Timur.

“Ditambah lagi 5 tim kesehatan, jadi hari ini akan berangkat 460 personel, 400 tim Polri 60 tim kesehatan dan akan langsung menuju Mataram dulu dan langsung berbagi tugas menuju Lombok Utara dan Timur,” katanya.

Dia melanjutkan bantuan yang disiapkan adalah berupa makanan, peralatan kesehatan pun obat-obatan. Ia mengatakan semua peralatan yang dibutuhkan dalam misi kemanusiaan itu disediakan pihak Polri.

“Prinsipnya kita akan maksimal kesana dan sekarang Polda NTB dan seluruh jajaran sudah berada di lokasi sejak peristiwa gempa terjadi sudah melakukan pertolongan. Operasi-operasi kemanusiaan apapun sudah dilakukan baik pertolongan kesehatan terus evakuasi terus juga beberapa bantuan makanan semua,” terang Iqbal.

Sementara Kementerian Kesehatan mengerahkan 87 tenaga kesehatan yang berasal dari pemerintah pusat, perguruan tinggi, dan rumah sakit daerah dalam upaya tanggap bencana gempa bumi berkekuatan 7 skala richter yang terjadi di Pulau Lombok pada Minggu (5/8) petang.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, tenaga kesehatan yang dikirim adalah dokter spesialis bedah umum, bedah ortopedi, bedah toraks, spesialis anestesi, dokter umum, dan perawat.

Tenaga kesehatan yang dikirimkan berasal dari Kementerian Kesehatan, RSUP Sanglah Denpasar Bali, Universitas Hasanuddin, Universitas Gajah Mada, dan Universitas Airlangga.

Sementara Tim SAR gabungan dalam 24 jam terakhir telah melakukan evakuasi di tiga wilayah Gili, Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno pascagempa 7 SR mengguncang Lombok.

“Update terkini di tiga Gili, informasi lapangan telah berhasil evakuasi 2000-2700 baik asing dan domestik, juga pegawai resort dan pemilik resort,” jelas Kepala Pusat Data Informasi (Pusdatin) dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwonugroho di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (6/8).

Mereka dievakuasi ke Pelabuhan Bangsel di Lombok Utara. Kemudian, mereka diarahkan menuju Mataram untuk bisa melanjutkan ke Bandara Internasional Lombok, atau memilih singgah di hotel setempat.

“Tapi sebagian besar dari mereka memilih pulang. Untuk penerbangan sendiri bandara ada penambahan sampai 18 penerbangan, jam operasi sampai 24 jam,” jelas Sutopo.

Saat ini total korban meninggal dunia gempa Lombok berjumlah 98 jiwa, 96 berasal dari Lombok dan 2 di Bali, semua terdata warga Indonesia. Terkait korban luka, data terbaru sore ini mencatat ada 236 orang, dengan jumlah pengungsi total diperkirakan sebanyak 200 ribu jiwa.

Atas peristiwa bencana alam ini Presiden Jokowi menyampaikan rasa dukanya kepada korban gempa Lombok. “Atas nama pribadi dan seluruh rakyat Indonesia, saya menyampaikan dukacita yang mendalam atas korban yang meninggal dunia dalam musibah tersebut,” kata Jokowi seperti dikutip dari laman Facebooknya, Senin (6/8).

Selain itu, Jokowi juga meminta masyarakat Lombok dan warga di kawasan dampak bencana agar tetap tenang.

“Saudara-saudara tidak sendirian menghadapi cobaan ini. Kami bersama Anda semua,” ucap Jokowi.

Presiden juga mendoakan agar kiranya Tuhan selalu melindungi. “Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua.”