Percayakan Penanganan Kasus Pembunuhan dan Pengeroyokan di Penajam Paser kepada Penegak Hukum

Percayakan Penanganan Kasus Pembunuhan dan Pengeroyokan di Penajam Paser kepada Penegak Hukum
485 Views

Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol Ade Yaya Suryana menyatakan bahwa saat ini situasi di Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, berangsur kondusif setelah aksi unjuk rasa warga berujung aksi pembakaran bangunan di sekitar pelabuhan Penajam, kemarin.

Diberitakan, aksi warga dipicu kasus pengeroyokan berujung penikaman terhadap dua orang pemuda yakni Rn (18) Ca (19) pada Rabu (9/19) malam di pantai Nipahnipah, PPU.

Aksi penikaman diduga dipicu kekesalan seorang pemuda terhadap korban. Dia menantang korban bertemu di pantai Nipahnipah. Hingga akhirnya korban ditikam.

Usai menikam kedua korban, para pelaku kabur ke Balikpapan. Salah satu korban yakni Ca, meninggal dunia. Polisi langsung bergerak cepat. Tiga terduga pelaku pengeroyokan dan penikaman, akhirnya berhasil ditangkap di Balikpapan.

Tak diketahui pemicunya, mulai siang tadi warga turun ke jalan sambil menenteng senjata tajam. Mereka mengusir keluarga pelaku yang bermukim di sekitar pelabuhan Penajam Paser Utara agar sefera meninggalkan daerah itu.

“Warga ingin berunjukrasa, terkait peristiwa penganiayaan yang melibatkan kelompoknya sebagai korban,” kata Ade Yaya, dalam keterangan tertulis, Rabu (16/10).

Massa tiba sekitar pukul 14.20 Wita, langsung menuju ke pelabuhan, dengan merusak pos loket tiket kapal motor dan menghentikan transportasi speedboat maupun kapal.

Padahal lanjut Ade, Selasa (15/10) malam kemarin, sudah dilakukan mediasi antara massa aksi dengan kepolisian.

“Sekitar jam 3 sore ini tadi, terjadi dialog antara perwakilan massa aksi, dan pihak kepolisian. Baik itu Kapolres PPU maupun Kapolres Paser,” jelas Ade.

Dari hasil dari pertemuan itu, kepolisian berupaya memfasilitasi dengan melakukan dengar pendapat di kantor Bupati PPU. “Tapi, tidak ada kata sepakat,” ucapnya.

Untuk meredam suasana, Ade mengimbau agar masyarakat tidak menyebarluaskan gambar maupun video yang berpotensi memperkeruh suasana dan tidak melakukan tindakan di luar koridor hukum serta mempercayakan penanganan kasus pembunuhan dan pengeroyokan kepada penegak hukum.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *