Perlunya Konsistensi Melaksanakan Pancasila dalam Setiap Tindakan

34 Views

Indonesia berada dalam era reformasi yang menjunjung tinggi supremasi hukum, menganut prinsip hak asasi manusia (HAM) dan merupakan negara yang sudah memilih demokrasi berdasarkan hukum. Oleh sebab itu, perbedaan pandangan dan pikiran dalam negara demokrasi harus diterima sebagai suatu keniscayaan.

Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan, saat ini Indonesia menghadapi banyak persoalan di era reformasi dan globalisasi. Menurutnya, untuk menghadapi persoalan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika harus ada konsistensi dalam melaksanakan Empat Pilar.

“Yang dibutuhkan bangsa ini adalah konsistensi dan soliditas dalam pelaksanaan Empat Pilar,” ungkapnya dalam pelatihan untuk pelatih (training of trainers) Empat Pilar MPR di kalangan dosen perguruan tinggi negeri dan swasta se-Surakarta di Hotel Paragon, Solo, Jawa Tengah, Jumat (24/11).

Agun menegaskan, Indonesia adalah negara yang besar, memiliki tanah yang subur dan hanya mengalami dua musim. Tapi pada kenyataannya, ia menilai Indonesia malah mengimpor beras, garam dan ikan. Menurutnya ada sejumlah persoalan dalam mengelola Indonesia.

Selain itu di era globalisasi ini Indonesia berada dimana media sosial di jejaring internet lebih berpengaruh dibanding media mainstream.

Bahkan, masyarakat lanjut dia mengatakan lebih percaya pada media sosial, polling dan survei. “Itulah fenomena kita hari ini. Kalau persoalan ini terus berlangsung maka tujuan kita bernegara dan berbangsa akan kehilangan eksistensi dan jatidirinya. Kita telah meninggalkan pilar-pilar kebangsaan,” ungkap dia.

“Jadi tidak perlu harus ribut. Tapi yang terjadi hari ini adalah adanya pendekatan emosional dan egosektoral,” tambah dia.

Bangsa Indonesia sesungguhnya sudah memiliki Empat Pilar untuk mengelola negara ini. “Yang dibutuhkan sekarang ini adalah konsistensi dan soliditas. Konsistensi dalam melaksanakan Pancasila. Setiap ucapan, tindakan, dan perilaku bisa dipertanggungjawabkan sesuai nilai Ketuhanan,” ucapnya.

Konsistensi kata dia juga diperlukan dalam menjalankan UUD NRI Tahun 1945. Sebab, UUD 1945 sudah mengatur cara memilih presiden, pendidikan, kesehatan, fakir miskin, ekonomi dan lainnya.

“Konsistensi terhadap NKRI, tidak berusaha memisahkan diri dari NKRI. Konsisten menerima keragaman. Yang dibutuhkan konsistensi dan soliditas untuk menghadapi persaingan global,” ujarnya.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *