Pernah Tersangkut Kasus Penipuan Jamaah Umroh, Neno Warisman Kembali Kumpulkan Ibu-Ibu

0
656

Radarkontra – Klaim Neno Warisman bahwa grup percakapan Whatsapp dengan tagline #2019GantiPresiden  yang dibuatnya mendapat response positif sebagai kesadaran politik tampaknya masih jauh dari kenyataan.

Menurut Neno, awalnya dia hanya membentuk WAG untuk grup majelis talim yang diikutinya.

“Namun saat saya bentuk, dalam waktu dua jam ternyata grup WA yang saya bikin sudah penuh 200 orang sehingga tidak bisa menambah lagi. Hingga kemudian saya sarankan mereka membikin grup baru,” ujar Neno.

Soal admin WAG, ucap Neno, semua atas sepengetahuan dirinya. Sehingga grup tersebut tidak menjadi liar dan dimasuki oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Admin inilah yang nanti bertanggung jawab terhadap identitas anggotanya,” katanya

Pengamat politik Islam dan juga tokoh perempuan nasional Siti Musdah Mulia mengatakan banyaknya ibu rumah tangga bergabung ke WAG tersebut hanya sebatas karena memang ingin masuk dalam grup WA. Bukan karena niat dan kesadaran bahwa tidak ingin memilih Jokowi di Pilpres berikutnya.

“Kesadaran semu. Umumnya hanya karena ada gadget,” ujarnya, Minggu (18/3).

Dosen UIN Jakarta itu juga menambahkan, semua orang memang berhak untuk mengekspresikan opini. termasuk dengan mengusung isu ganti presiden. Namun menurutnya semua isu yang dibuka harus dengan tanggung jawab. “Harus ada reasoning-nya,” ujar dia lagi.

Perempuan asal Bone, Sulawesi Selatan itu juga menyebut alasan ekonomi yang menjadi klaim oleh ibu rumah tangga itu juga bisa dijadikan dasar. Namun dia meminta agar melihat secara menyeluruh. Bahwa alasan ketimpangan ekonomi di Indonesia tidak sepenuhnya kesalahan Jokowi.

“Akibat kebijakan pembangunan ekonomi sejak Orde Baru yang tidak berpihak pada kelompok miskin dan marjinal,” terangnya.

Hal itu berakibat pada kelompok kaya yang semakin kaya dan sebaliknya yang miskin semakin miskin. Dia juga mendorong agar Jokowi berfokus pada pengentasan kemiskinan dan mengurai ketimpangan ekonomi. “Pasti ada jalan,”  ujarnya lagi.

Neno Warisman artis era 80an tersebut sudah terbiasa dalam menggalang jamaah tablig untuk memperlancar bisnisnya di bidang penyelenggara perjalanan haji dan umroh.

Namun bisnis Neno tidak berjalan lanca dan pernah dilaporkan oleh sepasang suami istri, Geodi Naim dan Mirza Dewiyanti atas dugaan penipuan biro perjalanan umrah.

Menurut kuasa hukum Ahmad Ramzy, kliennya sudah melunasi uang biaya perjalanan kepada Neno Tour, biro perjalanan milik Neno Warisman, sebesar 2.550 USD. Namun, tak kunjung diberangkatkan ke tanah suci Mekkah.

Terkait masalah ini, menurut Ahmad Ramzy, sudah ada tiga orang dari pihak Neno Tour yang diperiksa di Polres Metro Jakarta Selatan.