Prabowo Disebut Monster, Bertanggung Jawab Penculikan Aktivis 98

0
164
Prabowo Disebut Monster, Bertanggung Jawab Penculikan Aktivis 98

Sejumlah keluarga aktivis korban penculikan ’98 yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Orang Hilang (Ikohi) menyatakan sikap pada Pilpres 2019 ini. Secara blak-blakan mereka menegaskan enggan memberi dukungan ke capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

?Ketua Dewan Penasihat Ikohi, Mugiyanto? mengatakan, keluarga korban penculikan ini lebih memilih capres yang tidak punya beban masa lalu. Sehingga, mereka lebih memilih memberikan dukungan kepada Joko Widodo (Jokowi).

“Keluarga korban penculikan dan penghilangan paksa 1998 ini menyatakan semuanya menolak capres penculik, capres pelanggar HAM, Prabowo. Itu ekspresi konkret dari mereka semua,” ujar Mugiyanto yang juga mantan aktivis ’98 dalam konfrensi pers di Jakarta, Rabu (13/3).

?Mugiyanto menduga Prabowo Subianto yang bertanggung jawab atas penghilangan dan penyiksaan para aktivis pada 1998 silam. “Kami tak punya bayangan bahwa pelaku, pelanggar HAM yang belum mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum itu dipilih sebagai presiden,” katanya.

Terpisah, ibu dari Paian Siahaan, Damaris Hutabarat berharap masyarakat mendukung Jokowi alih-alih Prabowo Subianto. Alasannya, kata dia, Jokowi tidak memiliki beban di masa lalu. Selain itu, Jokowi dinilai sosok yang ramah dan santun.
“Saya berharap kepada adik-adik, saya minta supaya adik-adik pilih Jokowi, jangan siapa-siapa. Jangan monster itu yang dipilih,” katanya.

Terpisah, Suyadi kakak dari aktivis Suyat yang menjadi korban penghilangan paksa yang sampai saat ini belum? ditemukan mengaku yakin orang yang bertanggung jawab atas hilangnya sang adik adalah Prabowo Subianto.

“Dari penculikan ini kami identifikasi bahwa penculikan adalah Danjen Kopassus yang bertanggung jawab, adalah Prabowo,” ungkapnya.

Suyadi pun berharap, masyarakat membuka mata lebar-lebar untuk melihat rekam jejak calon kepala negara dari kasus apa pun termasuk dugaan pelanggaran HAM. “Maka itu saya menganjurkan jangan pilih capres pelanggar HAM,” tegasnya.

?Adapun mereka keluarga korban kekerasan dan penculikan aktivis ’98 antara lain kedua orang tua Ucok Munandar Siahaan, Petrus Bima Anugerah, Faisol Riza, dan kakak dari Suyat dan Wiji Tukul. Selain itu ada pula keluarga dan korban penculikan yang selamat, di antaranya Mugiyarto, Aan Rusdiyanto, dan Faisol Riza.