Prabowo-Sandi Pengkhianat Demokrasi

14 Views

Setelah dua kali konpres tanpa Sandiaga, Prabowo akhirnya sadar bahwa kehadiran Sandiaga sangatlah penting bagi konstituen. Sandi bukan sekedar pemanis panggung, dia adalah orang yang punya banyak strategi. Bahkan beberapa kali Sandiaga dijadikan tameng untuk menghadapi Jokowi, karena pertanyaan-pertanyaan kekinian sama sekali tidak dikuasai oleh Prabowo.

Sandi kembali tampil mendampingi Prabowo. Namun, raut wajahnya begitu lesu, marah, atau tidak percaya diri. Bisa karena sakit, bisa juga karena datang secara terpaksa.

Benarkah Sandiaga sakit? Padahal, dia mengklaim sudah berkunjung ke seribu lima ratus titik di seluruh wilayah di Indonesia. Kampanyenya selalu energik dan rutin lari pagi. Jawabannya ada di sejumlah wartawan yang meliput di kediaman Prabowo di Jalan Kartanegera. Bahwa sebenarnya ada insiden marah-marah dan pengusiran. Prabowo disebut marah kepada Sandiaga yang menolak deklarasi kemenangan. Sandiaga pun diusir.

Padahal, sebagaimana laporan Bloomberg, Sandiaga telah mengeluarkan Rp 1,4 triliun untuk membiayai Pilpres 2019. Bukan tidak mungkin, Sandi sakit karena hal itu juga. Sudah keluar uang banyak, kalah, dimarahi dan diusir pula.

Sandiaga akhirnya memang hadir dalam konpres kemenangan Prabowo. Walau dengan wajah lesu tadi. Dari kejadian ini, dapat dilihat bahwa Sandiaga tak punya kuasa politik apa-apa. Sekalipun wapres, sekalipun katanya membiayai PKS dan PAN agar mau setuju tanda tangan, di hadapan Prabowo dia tak berkutik. Sandiaga yang semula mau membongkar kebohongan Prabowo dan timnya, malam ini tak berdaya dan harus menahan malu.

Prabowo dan Sandiaga, yang hadir bersama aktor-aktor busuk penebar hoaks dan propaganda, akan dicatat sejarah sebagai pengkhianat demokrasi. Mereka dengan angkuh dan sombongnya mengklaim kemenangan berdasarkan real count. Padahal yang punya otoritas untuk menghitung dan mengumumkan real count hanyalah KPU. Maka ketika Prabowo menyatakan menang berdasarkan real count internal, jelas-jelas bertujuan memprovokasi dan mengklaim kemenangan secara sepihak.

Di saat SBY dan Demokrat menyatakan menarik diri dari BPN Prabowo, karena mencium gelagat licik dan ingin menciptakan kerusuhan, Sandiaga yang sebelumnya sudah menjauh dari Prabowo kini merapat lagi. Jelas ada negosiasi, jelas ada catatan panjang. Tapi untuk alasan apapun, ketika Sandi sudah bergabung dengan Prabowo, publik akan menilai bahwa dia pun sudah selesai di mata masyarakat.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *