Program Sertifikat Perkawinan Untuk Kualitas Keluarga Lebih Baik

Program Sertifikat Perkawinan Untuk Kualitas Keluarga Lebih Baik
643 Views

Polemik sertikat perkawinan masih menjadi obrolan hangat di masyarakat. Menurut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Kemanusiaan dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, sertifikat nikah bukan hal yang baru.

Dia menuturkan, yang membedakan, kali ini cakupan fungsi dan materinya diperluas. Serta melibatkan kementerian dan lembaga lainnya. Seperti, Kementerian Kesehatan, PPPA, Menkop, Kemenpora, dan terutama BKKBN.

“Itu bukan hal baru. Kemenag sudah melaksanakan namanya Kursus Calon Pengantin,” ucap Muhadjir, Jumat (15/11).

Dia menegaskan, sertifikat nikah ini untuk pembekalan calon pasangan muda. Agar betul-betul siap mengarungi hidup berumah tangga. Hal itu terkait edukasi kesehatan kepada pengantin baru setelah baru menikah.

“Setiap siapapun yang memasuki perkawinan mestinya mendapatkan semacam upgrading tentang bagaimana menjadi pasangan berkeluarga, terutama dalam kaitannya dengan reproduksi. Karena mereka kan akan melahirkan anak yang akan menentukan masa depan bangsa ini,” kata Muhadjir di SICC, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019).

Dengan sertifikasi tersebut, pengantin baru juga bisa memahami tentang kesehatan anak. Maka dari itu, pendidikan untuk pengantin baru perlu diberikan, khususnya calon ibu.

“Di situ lah informasi penyakit-penyakit yang berbahaya untuk anak, termasuk stunting segala itu harus diberikan. Untuk memastikan bahwa dia memang sudah cukup menguasai bidang-bidang pengetahuan yang harus dimiliki itu harus diberikan sertifikat,” ujarnya.

Deputi VI Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Ghafur Darmaputra menyebutkan, wacana soal pasangan yang belum lulus pembekalan pranikah tidak diperbolehkan menikah masih dipersiapkan.

“Gagasan ini masih dipersiapkan,” kata Ghafur dilansir dari Kompas.com, Jumat (15/11/2019).
Ghafur menjelaskan, pada intinya untuk mempersiapkan warga Indonesia menjadi sumber daya manusia (SDM) yang unggul ke depannya.
Intinya untuk mempersiapkan manusia Indonesia seutuhnya. Bebas dari stunting, cacat dan seterusnya,” kata dia.

Menurut Ghafur, pengetahuan tentang pernikahan diperlukan oleh setiap pasangan.Hal tersebut agar pasangan yang berencana menikah dapat mempersiapkannya dengan baik.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *