Promosi Terselubung Anies Tunggangi Hut RI di Pulau Reklamasi

124 Views

Kenyataannya saat ini nasi sudah menjadi bubur. Begitulah sikap gabener Anies Baswedan yang kini lembek dengan segala aturan yang dibuatnya. Bahkan Anies rela menjilat ludahnya sendiri yang ia lepeh diatas pasir dan tanah reklamasi.

Anies memang tidak pernah berjanji akan menghentikan reklamasi untuk selamanya. Hanya saja pemilihnya yang bodoh karena langsung percaya begitu saja.

Kita betul bahwa salah satu janji kampanye Anies adalah menolak atau menghentikan reklamasi. Sudahkah ditepati? Jawabannya: sudah. Anies sudah mengeluarkan pergub penghentian reklamasi, juga sudah melakukan penyegelan. Janji terpenuhi.

Tapi tunggu dulu. Kenapa sekarang pulau-pulau yang dulu disegel itu malah diterbitkan IMB? Inilah akal-akalan ala penata kata kata minim prestasi.

Jangankan menghentikan untuk seterusnya, Anies kini malah mempromosikan pulau reklamasi secara besar-besaran pada momentum paling terbesar dan terpenting di negeri ini. Menteri pecatan itu mau mengadakan upacara HUT RI ke-74 di Pantai Maju atau Pulau D. Hal itu sudah tertuang dalam instruksi gubernur Nomor 71 Tahun 2019 tentang Upacara Pengibaran Bendera dalam Rangka Peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan RI Tahun 2019, bunyinya: “Mengikuti upacara pada, hari Sabtu, tanggal 17 Agustus 2019, pukul 07.30 s.d. selesai, tempat Kawasan Pantai Maju, Kota Administrasi Jakarta Utara.”

Adapun alasan Anies “Ini adalah sebuah pesan tidak ada wilayah eksklusif, tertutup. Ini adalah milik kami, milik Republik Indonesia.”

Rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang akan mengadakan upacara 17 Agustus di pulau D atau pantai maju merupakan sebuah promosi terselubung memanfaatkan momentum kemerdekaan dengan melibatkan 4000 pegawai Pemprov ditambah lagi embel-embel narasi dan kata-kata ala Anies.

Upacara di Pulau reklamasi yang telah berganti nama menjadi kawasan pantai maju adalah marketing terselbung dan sebuah inkonsistensi dari janji di awal pencalonan menolak keberadaan pulau tersebut.

Yang pentingkan reklamasi sudah dihentikan, sudah ada pergubnya. Bahwa kemudian setelah itu keluar IMB, ya urusan lain setelah penghentian. Pokoknya sudah pernah dihentikan pembangunannya, sudah pernah disegel.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *