Romo Ancam Lakukan Inskonstitusional

22 Views

Jakarta – Pernyataan Dewan Penasehat Partai Gerindra, Muhammad Syafii bahwa Partai Gerindra mengancam akan mengerahkan people power untuk mempertahankan kemenangan Pilpres Prabowo Subianto. Artinya mereka akan memaksakan kehendak mereka agar Prabowo bisa menjadi presiden dengan segala cara, termasuk melakukan tindakan yang melawan konstitusi.

Masyarakat harus benar-benar waspada terhadap ancaman people power yang terus disuarakan orang-orang Prabowo. Mereka sudah kehilangan akal sehat, hingga berniat melakukan tindakan inkonstitusional untuk mempertahankan klaim kemenangan yang tidak berdasar. Mereka akan melakukan segala cara agar Prabowo diakui menjadi presiden, meskipun harus membuat Indonesia chaos.

Partai Gerindra ancam lakukan cara inkonstitusional guna mempertahankan kemenangan Pilpres yang diklaim Prabowo Subianto melalui people power.

Partai Gerindra akan kerahkan people power untuk pertahakan hitungan suara mereka,

Hal ini disampaikan Dewan Penasehat Partai Gerindra Muhammad Syafii yang juga Pendiri Rumah Aspirasi Romo Center Raden usai Salat Jumat di Masjid Al Jihad, Jumat (19/4/2019).

“Kalau memang hitungan yang telah kami lakukan tidak bisa mereka terima dengan cara yang konstitusional, kami memang akan memilih people power untuk mempertahanankan kemenangan yang bisa dipertanggungjawabkan,” kata pria yang akrab disapa Romo.

Menurutnya kemenangan pasangan capres 02 Prabowo-Sandi tidak meleset dari perolehan suara 63 persen seperti yang dinyatakan sebelumnya.
KPU tak berwenang

Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Arief Budiman meminta pihak yang menemukan adanya dugaan pelanggaran melapor ke asosiasi lembaga survei politik.

KPU, kata Arief, bukan pihak yang berhak untuk mengakui sebuah lembaga survei politik terpercaya atau tidak.

“KPU bukan lembaga yang mengakui lembaga survei terpercaya atau tidak terpercaya. KPU itu di undang-undang disebutkan kalau mau jadi lembaga survei (yang merilis hitung cepat) harus terdaftar di KPU,” kata Arief di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2019).
Pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin memenangi Pemilu Presiden 2019 berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count sembilan lembaga.

Suara pasangan nomor urut 01 itu unggul atas pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Kamis (18/4/2019) pukul 08.30 WIB, hasil quick count sembilan lembaga belum mencapai 100 persen data masuk.

Namun, sisa suara sampel yang belum masuk tidak akan mengubah posisi perolehan suara berdasarkan hasil quick count.

Lima dari sembilan lembaga survei tersebut menjadi bagian dari enam lembaga survei yang dilaporkan Tim Advokasi Hukum BPN Prabowo-Sandiaga, yaitu Indo Barometer, Charta Politika, Poltracking, SMRC, dan LSI Denny JA.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *